Bupati Lotim Dorong BUMDes Terlibat dalam Program Kementerian

209
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat membuka Sosialisasi Bantuan Sosial Pangan bersama Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kemensos RI, di Masjid Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (14/12).
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat membuka Sosialisasi Bantuan Sosial Pangan bersama Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kemensos RI, di Masjid Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (14/12).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy berharap agar BUMDes yang ada di daerah ini dapat terlibat dalam program Kementerian Sosial (Kemensos) RI seperti bantuan sosial pangan dan lain sebagainya. Harapan itu disampaikan Bupati Sukiman melalui sambutannya saat membuka Sosialisasi Bantuan Sosial Pangan bersama Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kementrian Sosial (Kemensos) RI, di Masjid Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (14/12).

Menurut Bupati Sukiman, BUMDes yang maju dapat melakukan hal tersebut, seperti yang telah dilakukan BUMDes Desa Kembang Kuning. Diharapkan pula BUMDes dapat menggali potensi desa untuk dikembangkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. ‘’Harapan inilah yang melahirkan kesepakatan dengan DPRD untuk memberikan subsidi kepada BUMDes masing-masing sebesar Rp50 juta. Dan untuk tahap awal sebanyak 20 BUMDes, yaitu satu BUMDes per kecamatan kecuali Selong,’’ kata Bupati Sukiman sembari menjelaskan, subsisi ini dihajatkan dapat mendukung usaha BUMDes agar lebih berkembang, dan diharapkan pula peran BUMDes dalam upaya mensejahterakan masyarakat dapat lebih maksimal.

Sementara itu, Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Kementrian Sosial (Kemensos) RI, I Wayan Wirawan menyampaikan Pemerintah memberikan bantuan sosial berupa Bantuan Sosial Sembako, Bantuan Sosial Tunai, dan Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBe). Dijelaskannya, dari waktu ke waktu Bansos yang diberikan kepada masyarakat meningkat nilainya. Tahun 2020 jumlah penerima bantuan sosial mencapai 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai bantuan Rp150.000/KPM/bulan, total anggaran sebesar Rp28,1 trilliun. Seiring merebaknya Pandemi Covid-19, nilai bantuan sosial bertambah menjadi Rp200.000 untuk masing-masing KPM hingga Desember.

Kabupaten Lombok Timur telah merealisasikan Bansos Tunai kepada 66.644 KPM pada tahun 2020. Sementara untuk Bansos KUBe yang menargetkan 5-20 KK per-kelompok dengan jumlah bantuan Rp2.000.000 per-KK atau Rp20.000.000 per-KUBe masih belum terealisasikan di Provinsi NTB. Sedangkan realisasi program sembako (SP2D) di Kabupaten Lombok Timur sampai bulan Desember 2020 mencapai nominal Rp31.787.600.000, dengan nilai bantuan Rp158.938/KPM.

Tahun 2021 mendatang, rencana penyaluran Bansos Sembako yang akan dimulai pada bulan Januari menargetkan sejumlah 18.8 juta KPM dengan nilai Rp200.000. Total anggaran untuk bulan Januari sebesar Rp3,76 triliun. Sementara Bansos Tunai menargetkan 10 juta KPM dengan nilai Rp200.000 dan total anggaran sebesar Rp6 triliun.

Wirawan juga sempat menyampaikan sejumlah tantangan program ini seperti data ganda identik dan data ganda keluarga, kartu yang tidak terdistribusi, dan adanya KPM yang tidak bertransaksi berturut-turut atau bertransaksi sebagian. Lombok Timur kata Wirawan, hingga kini belum melaporkan hasil verifikasi dan validasi data terkait data ganda serta kartu yang harus didistribusikan kembali. Ia juga berharap Dinas Sosial dapat mendorong KPM untuk bertransaksi secara penuh di samping melakukan verifikasi dan validasi data.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taupik; Pimpinan DPRD Lombok Timur, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Timur, serta unsur terkait seperti pendamping PKH dan TKSK.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here