Usai Resmikan IAHN Gde Pudja, Menag Gelar Silaturahmi Bareng Tokoh NTB

62
Menag RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Ormas dan juga ASN lingkup Kemenag Provinsi NTB, di Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Rabu (16/12).
Menag RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Ormas dan juga ASN lingkup Kemenag Provinsi NTB, di Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Rabu (16/12).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Usai meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Menteri Agama (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi didampingi Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah melanjutkan kunjungannya ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTB, Rabu (16/12). Di kegiatan ini, Menag menggelar silaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Ormas dan juga ASN lingkup Kemenag Provinsi NTB.

Dalam momen tersebut, Menag Fachrul Razi berpesan agar masyarakat selalu menjaga dan merawat keberagaman yang ada. Menag mengatakan, keberagaman yang ada bukanlah sebuah petaka, melainkan rahmat dari Allah SWT. Untuk itu, Menag kembali menegaskan bahwa tugas utama Kemenag yakni membangun kerukunan. ‘’Alhamdulillah selama ini bisa kita rawat dengan baik, saya bisa katakan NTB ini sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal bagaimana mengkampanyekan atau menyebarluaskan makna kerukunan itu ke tempat lain,’’ kata Menag.

Menag Fachrul Razi bahkan mengakui jika di setiap kunjungannya ke sejumlah daerah-daerah di Indonesia, ia kerap menceritakan tentang NTB. Salah satu contohnya yaitu Bank NTB Syariah yang disebutnya sudah maju dan ternyata sebagian besar pegawainya ialah non-muslim. Hal ini membuktikan NTB begitu menjunjung tinggi kerukunan di tengah keberagaman. ‘’Menunjukkan syariah itu adalah memang sebuah sistem yang diangkat oleh umat Islam, tapi tidak hanya bagi umat Islam, untuk siapapun yang bisa mengambil manfaat dari syariah itu dengan senang hati juga bisa,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Menag berharap kerjasama yang baik dapat terus ditingkatkan dalam menjaga kerukunan di Indonesia. ‘’Setiap orang harus merasa dan harus yakin, bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling baik dan benar, tapi pada sisi lain, ia juga harus menghormati orang lain yang punya pandangan yang sama terhadap agamanya, itulah kehidupan yang sangat harmonis,’’ ungkapnya.

Terakhir, Menag tak henti-hentinya mengajak masyarakat agar terus mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas. Menurutnya, Covid-19 tidak boleh dianggap remeh terlebih telah banyak korban yang berjatuhan diakibatkan virus yang satu ini. ‘’Ini tidak bisa dianggap enteng. Oleh sebab itu, kesehatan harus bisa kita jaga dengan sungguh-sungguh,’’ ucapnya.

Senada dengan itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengucapkan rasa terima kasih kepada para Tokoh Agama yang ada di NTB. Gubernur menyebut Tokoh Agama telah begitu berkontribusi dalam membangun daerah, terlebih dalam masa penanggulangan Pandemi Covid-19 saat ini. Begitu juga dengan tokoh-tokoh lainnya, yang dikatakannya sangat penting dalam memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat. ‘’Karena kehadiran Tokoh Agama, banyak persoalan pelik yang dihadapi di NTB ini bisa selesai dengan baik. Salah satunya itu masalah Covid-19,’’ kata Gubernur.

Gubernur kemudian mengutarakan rasa terima kasihnya atas atensi dan perhatian Menag bagi kemajuan di NTB. Gubernur berharap kehadiran Menag dapat memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat NTB, khususnya di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB. ‘’Terima kasih pak Menteri, mudah-mudahan sering-sering berkunjung ke NTB,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi NTB, HM Zaidi Abdad turut pula menyampaikan apresiasi kepada Menag atas perhatiannya yang begitu besar kepada Provinsi NTB. Terlebih lagi, rentang waktu kunjungan Menag kali ini tidak terlampau jauh dari kunjungan yang sebelumnya. ‘’Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi kami semua, karena tentunya tidak setiap provinsi bisa dikunjungi Bapak Menteri Agama,’’ kata Zaidi.

Untuk itu, kehadiran Menag berpengaruh pula pada sinergi dalam membangun moderasi beragama di NTB. ‘’Bahwa keberagaman atau keragaman itu patut untuk disyukuri, keragaman tidak diminta melainkan pemberian Tuhan, bukan untuk ditawar-tawar tetapi untuk diterima, di tengah keberagaman Alhamdulillah Indonesia masih berdiri dengan kokoh dan bersatu terus bergerak maju mengejar negara-negara maju lainnya yang ada di dunia ini,’’ ujarnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here