Covid-19 Belum Surut, Bupati Sukiman Minta Perketat 3M di Momen Tahun Baru

187
Suasana apel gelar pasukan ‘’Operasi Lilin tahun 2020’’, di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, pada Senin (21/12).
Suasana apel gelar pasukan ‘’Operasi Lilin tahun 2020’’, di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, pada Senin (21/12).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum mereda. Data dari Satgas Covid-19 Kabupaten Lotim sampai Ahad (20/12), menunjukkan sebanyak 669 pasien terkonfirmasi positif dengan rincian 59 orang masih isolasi, 584 sembuh, dan 26 meninggal dunia. Kondisi ini dinilai Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy sangat meresahkan.

Menurutnya, hal tersebut akibat menurunnya kesadaran masyarakat akan dampak dan penyebaran Covid-19. Karenanya, Bupati Sukiman meminta seluruh pihak agar senantiasa mentaati protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak), serta kepada tokoh masyarakat diharapkan dapat mengingatkan kembali penerapan 3M guna memperlambat laju penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Terkait pembatasan wisata menjelang libur Natal dan tahun baru, Bupati Sukiman menegaskan akan dilakukan pembatasan  dengan protokol kesehatan ketat. Hal itu disampaikan Bupati Sukiman usai apel gelar pasukan ‘’Operasi Lilin tahun 2020’’, di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, pada Senin (21/12).

Apel ini diikuti anggota Polres Lombok Timur, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, dan sejumlah elemen terkait lainnya dengan Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio bertindak sebagai pembina upacara. Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio pada kesempatan tersebut membacakan amanat Kapolri, Jenderal Pol Idham Aziz. Ditegaskan, apel gelar pasukan ini merupakan  bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan ‘’Operasi Lilin 2020’’ dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Operasi Lilin akan berlangsung 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai tanggal 4 Januari 2021, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Ditekankan, peningkatan aktifitas masyarakat pada pusat keramaian pada hari raya Natal dan tahun baru akan sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Karenanya, Polri telah mempersiapkan sebanyak 154.839 pasukan gabungan TNI/Polri yang terdiri dari 83.917 personel Polri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dll. Kapolri berharap seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta bertindak secara tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here