3 ABK WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Ikan Korsel

155
Dok. Tim KBRI Seoul.

KORSEL, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kapal penangkap ikan ‘’32 Myongminho’’ mengalami kecelakaan terbalik di laut dekat Pulau Jeju, Korea Selatan (Korsel), pada malam hari Selasa (29/12), sekitar jam 19.45 waktu setempat. Kecelakaan ini terjadi di tengah cuaca sangat buruk dengan angin kencang, ombak tinggi dan suhu dingin. Pada malam hari itu juga, KBRI Seoul memperoleh informasi dari Korean Coast Guard (KCG) bahwa 3 dari 7 awak kapal tersebut adalah WNI dengan inisial IHP, S, dan DIS. KBRI Seoul telah memastikan identitas ketiga WNI tersebut dan melakukan komunikasi dengan keluarga mereka di tanah air.

Pada hari Rabu pagi (30/12), tim KBRI Seoul telah berada di Pulau Jeju untuk melakukan koordinasi langsung dengan operasi SAR gabungan Korea Selatan. Perdana Menteri Korsel telah memerintahkan operasi gabungan yang melibatkan 964 personel dari KCG, polisi, pemadam kebakaran, dan Angkatan Laut Korsel dengan pengerahan helikopter dan 8 kapal penyelamat. Dalam kondisi lapangan yang sangat sulit di tengah cuaca sangat buruk, kapal ‘’32 Myongminho’’ dapat diapungkan dalam keadaan terbalik dan diseret mendekati daratan.

Tim SAR gabungan berupaya menyelamantkan awak kapal yang waktu itu diduga masih terperangkap di dalam kapal. Namun, operasi SAR dihentikan sementara pada malam hari tanggal 30 Desember 2020 karena cuaca sangat buruk. Cuaca buruk terus berlanjut hingga hari Kamis (31/12) yang mengakibatkan kapal akhirnya hilang tenggelam dan sudah tidak tampak lagi di permukaan laut. Pada siang harinya, Komandan KCG Pulau Jeju menyampaikan kepada tim KBRI bahwa saat ini 7 orang ABK tersebut dinyatakan hilang di laut. Tim SAR sudah menemukan 1 jenazah ABK warga Korsel dan beberapa barang terhanyut ke pantai termasuk yang kemungkinan milik salah seorang ABK WNI.

Tim SAR gabungan Korsel masih terus melakukan pencarian 6 ABK yang masih hilang, termasuk 3 ABK WNI. Tim KBRI Seoul masih berada di lokasi untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat, mewakili Pemerintah Indonesia dalam upaya pencarian dan penyelamatan, serta menjadi penghubung antara keluarga para ABK WNI di tanah air dengan tim SAR gabungan.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here