Diduga Gizi Buruk, Anak di Bima Dapat Bantuan dari Gubernur NTB

135
Afifah Nahdan, anak asal Dusun Sondo, Desa Baralau, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, yang mendapatkan bantuan dari Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

BIMA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Di penghujung tahun 2020, intensitas pengaduan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat kabupaten/kota di Provinsi NTB masih terus bergulir di media sosial (Medsos). Kali ini, Afifah Nahdan, anak asal Dusun Sondo, Desa Baralau, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, mendapatkan atensi dari Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah. Afifah diberikan bantuan sosial dan pelayanan kesehatan setelah kondisinya mencuat di medsos.

Dari pengaduan di medsos dan pemberitaan, Gubernur langsung merespon dengan mengintruksikan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk melakukan asesment terhadap Afifah dan diberikan tindakan sesuai kapasitas masing-masing.

Hasil asesment Pilar Sosial Pendamping PKH dan TKSK di Kabupaten Bima, bahwa Afifah Nahdan adalah anak yang diduga mengalami kondisi gizi buruk. Dia adalah puteri dari Syamsudin dan Sarina yang merupakan penerima PKH dan BPNT Kemensos RI. Hanya saja, keluarga tersebut belum mendapatkan BPJS Kesehatan. ‘’Untuk meringankan beban keluarga, Pak Gubernur NTB memberikan bantuan sembako dan sejumlah dana,’’ kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik, Kamis (31/12).

Sebelum itu, telah dilakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan NTB untuk membicarakan aksi pelayanan pemeriksaan kesehatan. Termasuk dengan memeriksa penyakit penyerta kondisi anak sesuai dugaan informasi di medsos, bahwa anak itu menderita gizi buruk. ‘’Saat ini pula, anak tersebut sedang dalam proses pelayanan di Puskesmas,’’ ujarnya.

Mantan Kalak BPBD NTB itu menyebutkan, Dinas Sosial dan jajaran Pilar Sosial pada Rabu (30/12) kemarin menggelar kegiatan apresiation pada karyawan dan Pilar Sosial, dalam rangka evaluasi akhir tahun dan menelisik kembali pelaksanaan setiap program Dinsos dan mengkawal kebijakan Pemprov NTB.

Tema yang diangkat adalah ‘’Resolution For 2021’’ untuk menyambung tagline ‘’melayani dengan hati’’ yang sudah bergulir dengan keikhlasan, guna memantapkan kapasitas dan pelayanan pada tahun 2021.

Ahsanul Khalik mengatakan, aksi cepat mengawal kebijakan Gubernur harus tertanam dalam sanubari karyawan dan Pilar Sosial di jajaran Dinsos Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota se-NTB. Pun, telah dieksplorasi sosial dengan tindakan ‘’melayani dengan hati’’. ‘’Aksi 4CT itu adalah aksi Cepat Temu, Cepat Tanggap, Cepat Tindak dan Cepat Tuntas,’’ ucapnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here