Bupati Sukiman Ancam Tutup Kembali Sekolah

469
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat memimpin Rakor dengan Kepala SMP dan Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan se-Kabupaten Lotim.

Oleh: Lalu M Kamil AB|

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kepala SMP dan Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan se-Kabupaten Lotim, di Masjid Kantor Bupati, Kamis (7/1).

Pada pengantar rakor, Bupati Sukiman kembali mengungkap masih ada sekolah-sekolah yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan. Dia mengultimatum para kepala sekolah serta mengancam akan menutup kembali sekolah jika pada tahap evaluasi hingga akhir pekan ini ada ditemukan sekolah yang belum mematuhi protokol kesehatan.

Sikap tegas ini diambil mengingat jumlah kasus Covid-19 di Lombok Timur masih berada dalam empat besar dengan jumlah kasus mencapai 718 kasus per 6 Januari 2021. Bupati tidak menginginkan sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Dalam Rakor tersebut, Bupati Sukiman minta kepada seluruh kepala SMP/sederajat, baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Lotim, agar dapat meningkatkan harapan lama bersekolah bagi anak usia sekolah sebagai salah satu indikator indeks pembangunan manusia (IPM) dengan mencegah terjadinya drop out (DO).

Karenanya, Bupati Sukiman meminta semua kepala UPTD agar memfasilitasi lembaga menyelenggarakan pendidikan luar sekolah. ‘’Dengan penyelenggaraan pendidikan luar sekolah ini, kita berharap dapat mendongkrak IPM Lombok Timur melalui sektor pendidikan,’’ kata Bupati Sukiman.

Bersambung dengan rakor bersama Baznas Lotim sehari sebelumnya, Bupati mengingatkan para kepala sekolah dan UPTD untuk memberikan pemahaman terkait zakat profesi yang harus dibayarkan.

Selaku pembina ASN di daerah ini, Bupati Sukiman meminta tidak ada lagi jajaran guru yang hanya membayar infaq/sadaqah, melainkan mengeluarkan zakat profesi sesuai ketentuan dengan pengecualian bagi ASN yang termasuk golongan mustahiq karena pendapatannya minus. ‘’Para guru, harus memahami bahwa zakat yang terkumpul dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk ASN dan guru,’’ ujarnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here