Gubernur Lepas Satgas Zeni TNI yang Bantu Tangani Gempa NTB

180
Suasana pelepasan Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI, di Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (8/1).

Oleh: Lalu Mandra Setiawan |

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah melaksanakan proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascagempa di Provinsi NTB. Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI dilepas untuk kembali ke satuannya masing-masing.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menyampaikan terima kasih atas dedikasi serta pengorbanan Pasukan Zeni TNI yang telah membantu masyarakat, terutama yang terdampak gempa bumi. ‘’Mewakili masyarakat NTB, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh pasukan Zeni TNI,’’ kata Gubernur saat menghadiri acara pelepasan Satgas Zeni TNI pada Jumat (8/1).

Di lapangan, kata Gubernur, pasukan Zeni TNI sangat dekat dengan masyarakat, tidak hanya bertugas membantu proses pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon), namun pasukan Zeni telah mampu menunjukkan bahwa dengan kebersamaan serta kekompakan, sesuatu yang berat akan terasa ringan. ‘’Kami do’akan, seluruh pengabdian prajurit Zeni TNI menjadi ladang ibadah. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih,’’ ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Staf Ahli BNPB RI, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simandjuntak dalam amanatnya menyampaikan bahwa, pengabdian Satgas Zeni TNI merupakan tugas mulia yang harus diapresiasi. ‘’Jadikan tugas di Lombok ini sebagai pelajaran untuk menyongsong tugas mulia lainnya, seorang prajurit tidak boleh patah semangat, prajurit harus tetap menyatu dengan masyarakat,’’ kata alumnus akademi militer ini.

Tugas kedepan, katanya, meminimalisir penyebaran Covid-19. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh pasukan untuk menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. ‘’Sekarang ini, tugas kita memutus penyebaran Covid-19, protokol kesehatan harus kita lakukan di manapun berada,’’ ujarnya.

Selain itu, salah seorang masyarakat Kabupaten Lombok Utara, Eka Putri, mengaku haru dengan pelepasan pasukan Zeni TNI tersebut. Ia mengaku, selama berada di Lombok, seluruh pasukan sudah dianggap sebagai keluarga. ‘’Sangat sedih, rasanya seperti keluarga sendiri, pagi hingga malam membantu kami,’’ kata perempuan berusia 29 tahun tersebut dengan suara terbata-bata.

Dari awal, tuturnya, pasukan TNI sudah banyak membantu masyarakat, terutama keluarganya. ‘’Sudah sangat banyak membantu, terlalu banyak kenangan bersama pasukan Zeni TNI,’’ ujarnya sembari berharap pasukan Zeni TNI bisa balik lagi ke Lombok.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here