Resmikan Pabrik Teh Kelor, Gubernur NTB Gaungkan Semangat Industrialisasi

269
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat meresmikan Pabrik Teh Kelor Tri Utami Jaya, di Sweta Kota Mataram, Senin (11/1).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah kembali menegaskan bahwa salah satu kunci untuk menekan angka kemiskinan di Provinsi NTB adalah hadirnya industrialisasi. Sehingga mampu menciptakan lapangan kerja yang bisa memberikan kesejateraan kepada masyarakat.

‘’Untuk menyelesaikan kemiskinan itu banyak cara, salah satunya dengan industrialisasi,’’ kata Gubernur saat meresmikan Pabrik Teh Kelor Tri Utami Jaya, di Sweta Kota Mataram, Senin (11/1).

Menurut Gubernur, industrialisasi itu bukan hanya pabrik besar yang berkapasitas ratusan hingga ribuan orang. Namun sederhana dilakukan oleh orang-orang yang sederhana dan memiliki semangat dan tekad yang tinggi.

Tidak ada industrialisasi tanpa inovasi, sains dan teknologi. Dalam teori industrialisasi, yang pertama digesa adalah permesinan. Namun, industrialisasi itu bukanlah permesinan. Akan tetapi permesinan adalah dasar dari industrialisasi. Penerapannya adalah produktivitas di sektor pertanian, perikanan maupun kehutanan itu, hanya mungkin bila ada mekanisasi.

‘’Industrialisasi sederhana yang dimaksud adalah bagaimana kita mampu meningkatkan produktivitas dan menyerap tenaga kerja, sehingga menekan angka pengangguran sekaligus menggerakkan sektor ekononi demi kesejahteraan rakyat,’’ ujarnya.

Seperti industrialisasi kelor ini, akhirnya mampu membuka kesempatan kerja bagi ratusan warga di NTB. Selain itu, Gubernur juga mengingatkan bahwa di NTB, bukan hanya kaya potensi kelor, namun masih banyak potensi sumber daya alam lainnya.

Bila potensi lain mampu dikembangkan dan dibangun industrialisasi, maka akan banyak membuka peluang dan kesempatan kerja bagi ribuan masyarakat NTB. ‘’Mudah-mudahan industrialisasi yang sering kita gaungkan itu kelihatan sederhana, seperti ini bukan hanya mimpi, tapi ini bukti kehadiran industrialisasi itu,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur CV Tri Utami Jaya, Nasrin H Muhtar merasa bangga dan mengapresiasi kehadiran Gubernur dan steakholders di acara peresmian pabrik Teh Kelor Tri Utami Jaya. Menurutnya, ia sering kali menjadikan pesan Gubernur bahwa ‘’Perjalanan panjang selalu dimulai dari langkah awal’’, ini sesuai dengan proses perjalanan usahanya selama 27 tahun.

Dijelaskannya, saat ini usaha jamu dan kelornya sudah melanglang di 13 negara. Industri kelor yang ia bangun sekarang sudah menyerap 50 tenaga kerja dan ratusan tenaga kerja di lahan penyuplai bahan bakunya. Perusaannya juga telah menjalin MoU dengan 17 mitra petani di Pulau Lombok dan Sumbawa, dengan luas lahan sebanyak 150 Ha.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua dan Wakil DPRD Provinsi NTB, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Kadis Perindustrian NTB, Kadis Perdagangan NTB, Kadis LHK NTB, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here