Majene dan Mamuju Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

394
Kantor Gubernur Sulawesi Barat roboh akibat gempa bumi magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1) sekitar pukul 01.28 WIB.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

SULAWESI BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wilayah Majene dan Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), pada Jumat (15/1) sekitar pukul 01.28 WIB, diguncang gempa dengan magnitudo 6,2 yang disertai oleh beberapa gempa susulan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis BMKG mengatakan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa bumi dengan magnitudo 6,2 episenternya berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT atau sekitar enam km arah timur laut Majene.

Bambang menjelaskan, jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi itu merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi itu memiliki mekanisme pergerakan naik dan menurut hasil pemodelan gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Guncangan gempa dirasakan di daerah Majene, Mamuju pada skala IV-V MMI serta di daerah Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa pada skala III MMI. Pada skala III MMI getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu. Pada skala IV MMI getaran gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi. Getaran pada skala V MMI dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat orang banyak terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang.

Bambang menjelaskan bahwa sebelum gempa utama dengan magnitudo 6,2 BMKG mendeteksi satu aktivitas gempa bumi pendahuluan dengan magnitudo 3,1. Selain itu, BMKG mendeteksi beberapa gempa susulan. Hingga pukul 02.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya enam kali gempa bumi susulan dengan magnitudo maksimum 4,1.

Menurut Bambang, gempa bumi tersebut masih merupakan rangkaian gempa dengan magnitudo 5,9 yang terjadi pada Kamis (14/1) pukul 13.35 WIB. Karenanya, Bambang mengimbau warga di daerah sekitar pusat gempa menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memastikan bangunan tempat tinggal mereka aman, tidak mengalami kerusakan akibat getaran gempa yang dapat membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah.

Adapun informasi yang dihimpun Lomboktoday.co.id menyebutkan, korban jiwa di Kabupaten Majene; 3 orang meninggal dunia (MD), 24 orang luka-luka (masih dilakukan pendataan), dan ± 2.000 orang mengungsi. Akibat gempa ini, di Kabupaten Majene terjadi longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene—Mamuju (akses jalan terputus), 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas rusak berat (RB), dan 1 Kantor Danramil Malunda rusak berat (RB).

Sedangkan di Kabupaten Mamuju, Hotel Maleo rusak berat (RB), kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami rusak berat (RB), jaringan listrik padam, sedangkan rumah warga saat ini masih dilakukan pendataan. Adapun kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan, yakni berupa: sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, dan terpal.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here