Wagub NTB Ajak Masyarakat Penujak Kompak Tata Desa Wisata

211
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat menyerahkan kunci motor sampah roda tiga kepada masyarakat Desa Penujak.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah menerima vaksin bersama Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan unsur Forkompinda lainnya, Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, Kamis (14/1), langsung bergegas menuju Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, untuk meresmikan Pasar Angkringan dan Penataan Destinasi Pariwisata sekaligus penyerahkan motor sampah roda tiga.

Wagub didampingi Asisten I Setda Provinsi NTB, Hj Bq Eva Nurcahyaningsih; Kepala Dinas LHK NTB, Madani Mukarom; Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal; dan unsur pejabat Pemkab Lombok Tengah, memberi apresiasi kepada seluruh perangkat desa dan masyarakat Desa Penujak yang dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan pembangunannnya selalu kompak seiring dan sejalan dalam menyukseskan program pemerintah termasuk pengembangan desa wisata.

Menurut Wagub, kekompakan dan keguyuban bersama menjadi salah satu kunci keberhasilan dari setiap program yang direncanakan akan bisa terlaksana dengan baik. ‘’Jadi, kalau tidak kompak dan bersama-sama dalam membangun apapun, maka sulit akan bisa selesai dengan tepat sesuai sasaran yang kita inginkan,’’ kata Wagub di hadapan ratusan masyarakat Desa Penujak.

Wagub memberi penekanan, bahwa kemajuan suatu daerah atau desa tidak ditentukan oleh pihak luar atau bantuan dari siapapun termasuk bantuan pemerintah, namun keberhasilan itu ditentukan oleh masyarakatnya yang mudah untuk diajak berkomunikasi dan masyarakat yang bisa menerima dan bergerak untuk merealisasikannya. ‘’Termasuk dalam membangun desa wisata tidak hanya Desa Penujak, namun juga desa-desa lainnya bahwa dari Desa Penujak bisa memberikan keteladanan bagi desa lainnya di NTB. Desa wisata memang menjadi program dan impian Pemprov NTB untuk dikembangkan. Diharapkan dengan berkembangnya desa wisata tersebut selain dikunjungi oleh orang dari berbagai belahan daerah dan dunia, tapi desa wisata itu juga harus sehat,’’ ujarnya.

Desa sehat dimaksud Wagub yakni bagaimana Desa Penujak ataupun desa-desa lainnya di NTB harus menjaga kebersihan lingkungannya, termasuk tidak membiarkan sampah berserakan kemana-mana yang justru akan mengurangi kenyamanan bagi wisatawan yang datang berkunjung. ‘’Karena itu, sengaja saat ini saya menghadirkan Kepala Dinas LHK NTB sekaligus menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah, agar desa dengan segala potensi dan kearifan lokal yang dimiliki selalu berkomitmen untuk menjaga dan menata lingkungan desa yang bersih, asri dan indah,’’ ungkap.

Wagub meyakini masyarakat Desa Penujak yang diklaim sebagai desa tertua di Lombok ini dengan adanya bantuan kendaraan roda tiga ini agar kebersihan, keasrian dan keindahan menjadi pilar utama yang harus tetap dijaga. Terlebih di Desa Penujak ini sudah dibangun tempat angkringan yag menyediakan berbagai hasil kerajinan, kuliner masyarakat Desa Penujak. ‘’Dengan telah diresmikannya pasar atau tempat angkringan di Desa Penujak ini agar ke depannya semakin berkembang supaya semakin berkembang setelah diresmikan harus semakin berkembang semakin banyak yang bisa berjualan dan pengunjungnya juga semakin banyak. Syaratnya harus tetap bersih, indah dan tertata dengan baik. Saya percaya dan optimis bantuan ini akan dipelihara dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga Desa Penujak akan semakin maju,’’ katanya.

Meski tidak bisa memenuhi harapan kaum ibu-bu di Desa Penujak yang tergabung dalam PKK untuk mengunjungi Posyandu, karena dirinya menerima vaksin, Wagub berharap agar Posyandu Desa Penujak menjadi Posyandu Keluarga dan bersifat mandiri. Harapannya masyarakat Desa Penujak bisa memanfaatkan Posyandu agar kesehatan ibu dan anak selalu terkontrol dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal memberi support kepada masyarakat Desa Penujak yang bisa berinovasi dan berkreasi dalam membangun dan mengembangkan desa wisata sebagai salah satu target Pemprov NTB untuk disukseskan. Dengan adanya desa wisata yang didukung oleh berbagai potensi kearifan lokal masyarakat desa baik industri atau kerajinan dan kulinernya, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK NTB, Madani Mukarom mengajak masyarakat Desa Penujak untuk tetap menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan. Komitmen masyarakat Desa Penujak yang terus menjaga kelestarian lingkungan terlebih dengan adanya bantuan kendaraan roda tiga dari Pemprov NTB harus menjadi tonggak untuk menyukseskan program Zero Waste Pemprov NTB.

Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto mengungkapkan, dibangunnya pasar angkringan dan penataan destinasi wisata ini berangkat dari keinginan bersama masyarakatnya agar ada wadah untuk menampung potensi-potensi masyarakat termasuk hasil industri kerajinan ataupun kulinernya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here