Gubernur NTB: Manajemen Inovasi Harus Kedepankan Teknologi Informasi

158
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Era revolusi industri 4.0 mengharuskan semua sektor pembangunan dapat beradaptasi dengan teknologi informasi (TI). Itu sebabnya Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah berharap berbagai inovasi yang digagas dapat mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi.

Menurut Gubernur yang memiliki akun Facebook dengan nama Bang Zul Zulkieflimansyah ini, bahwa di era industri 4.0, semua sektor harus memiliki pola atau artefaknya dan mampu beradaptasi dengan teknologi informasi. Gubernur mencontohkan pola manajemen inovasi di dunia pendidikan dari tingkat SD (Sekolah Dasar) hingga Perguruan Tinggi modelnya lain dan harus memiliki ciri khas sendiri. Begitu juga dengan pola manajemen yang harus dikembangkan di sektor pembangunan lainnya, seperti perbankan, pertanian, seni, peternakan, perikanan, industri dan lain sebagainya.

‘’Termasuk pada sektor industri, pertanian dan perikanan, kehutanan, perdagangan dan yang lainnya, sehingga outputnya dapat dieksplore untuk menghasilkan karya-karya yang dapat meningkatkan kemajuan NTB di segala bidang,’’ kata Gubernur saat memberikan sambutan pada acara Seminar Nasional dengan Webinar Call For Papers, dengan mengusung tema ‘’Peran Riset Berbasis Inovasi untuk Pembangunan Daerah di Era Revolusi Industri yang Berkelanjutan’’, yang digagas Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), di Pendopo Gubernur NTB, Rabu pada (20/1).

Gubernur menjelaskan bahwa hal inilah yang membuat manajemen inovasi harus mampu melibatkan berbagai lintas disiplin ilmu. Hal ini akan memberi kesempatan kepada siapa saja dan merangkul lebih banyak audiens untuk berpartisipasi dan berkontribusi terhadap manajemen inovasi.

‘’Kalau tidak mampu menguasai manajemen inovasi, terutama inovasi dengan platfon IT, maka kita tidak akan mampu bersaing dan berkompetisi. Oleh karena itu, manajemen inovasi itu adalah satu area lintas disiplin yang melibatkan banyak ahli dan memiliki pattern pembelajaran yang berbeda-beda. Ini benar-benar area yang menarik dan menggairahkan. Jadi, inovasi teknologi ini luar biasa,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan, dalam pembangunan seperti sekarang ini, manajemen inovasi sangat dibutuhkan. Bagaimana awal dulu, manajemen inovasi menjadi satu prodi yang langka di Indonesia, karena banyak program pemerintah saat itu seperti science techno park dan lain sebagainnya, belum mampu dikembangkan dengan maksimal.

Manajemen Inovasi adalah bidang ilmu multidisiplin yang sedang berkembang. Program Studi Manajemen Inovasi memadukan antara pendidikan, riset, science dan teknologi yang selaras dengan tuntutan industri 4.0. ‘’Kuliah umum yang kami adakan di UTS awalnya, membuka mata dan informasi dari banyak kalangan, terutama Mahasiswa Pascasarjana bahwa ilmu ini lintas disiplin dan sangat menarik dan bisa masuk pada semua sektor,’’ ujarnya sembari berharap Program Studi Magister Manajemen Inovasi yang telah dibuka UTS dapat mencetak calon-calon enterpreneur baru dan sumber daya manusia (SDM) handal di sektor birokrasi dan pelayanan publik.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here