Gubernur NTB Minta BPBD Siapkan Mitigasi Bencana Sebaik Mungkin

201
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara penyerahan kunci perbaikan RTG dan buku tabungan kepada Pokmas untuk wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram, di Aula Kantor Camat Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (21/1).

Oleh: Abdul Rasyid Z. / Lalu Mandra Setiawan |

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sebagai daerah yang rawan bencana, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah meminta agar BPBD bisa sedini mungkin mampu mengidentifikasi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di Provinsi NTB. Dengan adanya upaya pemantapan edukasi dan mitigasi bencana ini, diharapkan masyarakat NTB dapat siap secara mental dan pengetahuan ketika berbagai potensi bencana itu benar-benar terjadi.

‘’Tantangan BPBD kedepan semakin banyak, bukan berarti kita menginginkan bencana terjadi di tempat kita, melainkan tugas BPBD itu adalah mencegah terjadinya bencana. Sehingga mitigasi bencana menjadi tugas berat kita bersama. Artinya, tugas BPBD bukan hanya ketika terjadi gempa, banjir, tapi sedini mungkin teman-teman BPBD bisa mengidentifikasi potensi-potensi bencana terjadi, kita siap secara psikologis dan mental, sehingga bisa berdamai dengan bencana itu,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah ketika menyerahkan kunci perbaikan rumah tahan gempa (RTG) dan buku tabungan kepada Pokmas (Kelompok Masyarakat) untuk wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram, di Aula Kantor Camat Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (21/1).

Gubernur juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada BPBD, terutama kepada l Gusti Bagus Sugiartha, mantan Kalak BPBD Provinsi NTB, yang hari ini telah memasuki masa purna tugas, juga kepada TNI/Polri dan seluruh stakeholders yang telah bersama berjuang, sehingga pembangunan RTG dapat terselesaikan dengan baik, walaupun pada tahap l masih ada yang belum selesai.

Sementara itu, I Gusti Bagus Sugiartha di akhir masa tugasnya menyebutkan bahwa perjalanan dalam perbaikan RTG ini tak lebih dari 2 tahun, di mana dengan wilayah yang cukup luas dan secara total akan diperbaiki kurang lebih 250 ribu unit rumah. Dalam pembangunannya ada 3 tahap, tahap l sudah diselesaikan 226.204 unit rumah, sedangkan pada tahap ll yang sudah direview atau diperbaiki 17.314 unit rumah.

Di sisi lain juga Sugiartha menjelaskan bahwa tidak hanya pengerjaan perbaikan rumah melainkan ada kegiatan-kegiatan lain selain pada review tahap l. Ini boleh dikatakan menjadi tahap lll nantinya. ‘’Saya berharap pada tahap lll nanti bisa diselesaikan dengan maksimal oleh teman-teman di kabupaten/kota bisa memberikan data-data kesesuaian di lapangan BNBA masyarakat untuk kembali direview, sehingga itu menjadi acuan yang belum mendapatkan pembiayaan. Karena dalam pengerjaan selanjutnya harus ada rencana kerja yang matang dan terukur, sehingga bisa dibuatkan timeline baik pada pengerjaan tahap l yang belum dan tahap ll,’’ kata Sugiartha.

Sebelum menutup sambutannya, Sugiartha mengingatkan bahwa sesuai dengan instruksi presiden tahun 2020, sebenarnya pada tahap ll ini akan diselesaikan akhir Desember 2020, namun dengan segala pertimbangan dan permasalahan yang menghambat pengerjaannya, sehingga diundur sampai April 2021. Harapannya dengan sisa waktu yang dimiliki agar bisa dituntaskan dengan baik dan tepat waktu, baik tahap l yang belum selesai dan tahap ll.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here