Pulihkan Ekonomi Masyarakat, Pemprov NTB Bangun 14 Lapak Desa

168
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy saat meresmikan Lapak Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (21/1).

Oleh: Abdul Rasyid Z. / Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dampak Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pengrajin dan UKM kesulitan mengakses pasar. Padahal di masa sebelum pandemi, berbagai produk kerajinan lokal NTB memiliki pangsa pasar yang cukup menjanjikan. Seperti produk kerajinan lokal dari Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, yang telah banyak diketahui oleh masyarakat nasional bahkan internasional.

Karena itu, untuk menggairahkan kembali pasar kerajinan lokal dan memajukan ekonomi desa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB membangun 14 lapak desa yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya adalah Lapak Desa Pringgasela, yang diharapkan dapat menjadi sarana bagi semua produk lokal agar dapat terjual dan terserap pasar dengan baik.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat meresmikan bangunan Lapak Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (21/1). Wagub mengatakan, Desa Pringgasela sejak lama dikenal dengan kerajinan tenunnya yang sampai ke mancanegara. Selain meminta masyarakat benar-benar memanfaatkan lapak desa, Wagub juga meminta agar masyarakat tak berhenti belajar strategi pemasaran yang baik. Salah satunya memanfaatkan jaringan internet dan bergabung dengan marketplace lokal NTB Mall.

‘’Di masa pandemi harus semangat dalam keadaan susah dan mencari peluang bagaimana bersaing, tapi juga harus tetap saling support dan tidak saling mematikan,’’ kata Wagub.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan, dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir, pembangunan Desa Pringgasela cukup progresif. Akses jalan dan fasilitas lain sudah sangat baik. Pembangunan showroom untuk pengrajin ini harapannya dapat seperti Sukarara dan Sade. Tak semua pengrajin memiliki artshop, sehingga lapak desa ini dapat dimanfaatkan maksimal. Selain belum dimanfaatkannya bantuan alat tenun dari BI (Bank Indonesia). ‘’Bukan bermaksud mematikan artshop yang sudah ada, tapi membina kelompok UKM yang  belum maksimal,’’ kata Bupati Sukiman.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pringgasela, Mul’an menyambut baik peresmian lapak desa yang diresmikan oleh Wagub NTB. Menurutnya, keberadaan lapak desa ini, mampu menggairahkan kembali usaha masyarakat desa. ‘’Di desa kami terdapat 800 pengrajin tenun mandiri,’’ kata Kades yang baru menjabat 2 tahun ini.

Kades berharap, keberadaan lapak diharapkan mampu menopang perekonomian masyarakat Desa Pringgasela. Kades juga mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok penenun di desanya juga telah dikoordinasi dan tergabung di bawah binaan BUMDes. Harapannya, dengan upaya ini maka berbagai produk lokal lainnya, seperti produk hasil pertanian maupun peternakan juga berpeluang terserap pasar dengan baik. ‘’Kita kumpulkan dalam satu lapak supaya mudah dikoordinasi, ketika ada tamu atau pembeli yang berkunjung ke Pringgesela, mudah menemukan hasil UMKM masyarakat,’’ ujarnya.

Lapak Desa Pringgasela ini merupakan salah satu dari 14 (empat belas) Lapak Desa yang dibangun oleh Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk stimulus ekonomi bagi masyarakat terdampak Pandemi Covid-19 untuk sektor perdagangan sekaligus menunjang program Desa Wisata.

Ke-14 Lapak Desa tersebut di antaranya; Pertama, Lapak Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Desa Wisata Aiq Nyet); Kedua, Lapak Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Kawasan Wisata Desa Madu Trigona Desa Bengkaung); Ketiga, Lapak Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabuapten Lombok Barat (Wisata Air Terjun Timponan, Desa Batu Mekar); Keempat, Lapak Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah (Desa Wisata Lantan); Kelima, Lapak Desa Kuta, Kecamatam Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Desa Wisata Kuta); Keenam, Lapak Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah (Desa Wisata Penujak); Ketujuh, Lapak Desa Rowok, Kecamatan Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah (Desa Wisata Rowok); Kedelapan, Lapak Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur (Desa Wisata Pringgasela); Kesembilan, Lapak Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Kawasan Wisata Dusun Pekapuran, Desa Sugian); Ke-10, Lapak Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Desa Wisata Tete Batu). Berikutnya ke-11, Lapak Desa Labuhan Aji, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa (Desa Wisata Labuhan Sumbawa); Ke-12, Lapak Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (Desa Wisata Telaga Bertong); Ke-13, Lapak Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (Desa Wisata Mantar); Ke-14, Lapak Desa Lawata, Kabupaten Bima.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here