Pemkab Lotim Putuskan Event Bau Nyale Tahun Ini Ditiadakan

419
Situasi kerumunan massa setiap gelaran event Bau Nyale di Pantai Kaliantan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. (Dok/LOMBOKTODAY.CO.ID)

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Nampaknya tahun ini masyarakat penggemar event Bau Nyale harus gantung alat tangkap surrounding net (jaring lingkar) alias sorok (dalam istilah Sasak). Pasalnya, masih situasi Pandemi Covid-19, pemerintah memutuskan tradisi penangkapan ‘’Nyale’’ tahun ini ditiadakan.

Keputusan ditiadakannya tradisi penangkapan ‘’Nyale’’ atau makhluk cacing laut yang tergolong dalam rumpun Fillum Annelida bernama latin ‘’Polychaeta’’ itu, ditetapkan melalui rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Satgas Penanganan Covid-19 Lotim, Pimpinan OPD terkait, Camat Jerowaru serta beberapa Kepala Desa di wilayah Lombok Timur bagian Selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taopik menegaskan, seluruh event sosial kemasyarakatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, untuk sementara tidak diizinkan guna mencegah penularan Covid-19.

‘’Kita akan melaksanakan langkah sosialisasi yang massif pada minggu-minggu ini. Di samping itu, kita juga akan menggelar operasi penyekatan di pintu masuk Kecamatan Jerowaru sejak 5 hari sebelum pelaksanaan ‘’Bau Nyale’’, kata Sekda Lotim, HM Juaini Taopik, Jumat (22/1).

Selain itu, Sekda juga sudah meminta Pemerintah Kecamatan Jerowaru beserta Kepala Desa Seriwe dan Kuangrundun untuk membongkar lapak yang sudah didirikan warga di lokasi yang disebut dalam legenda sebagai tempat menjelmanya putri Mandalika di kawasan Tampah Bole Kaliantan dan sekitarnya.

‘’Jika ada kita temukan masyarakat yang melakukan kegiatan menangkap Nyale, kita akan bubarkan, baik yang lewat jalur laut maupun darat. Kita akan tetap melakukan pencegahan dengan menutup semua pintu masuk ke lokasi penangkapan Nyale,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Satgas Pengendalian Covid-19 Lombok Timur ini menambahkan, dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19, langkah pencegahan lebih baik dari mengobati. ‘’TKI yang baru pulang dari luar negeri saja, kembali kita kawal dari perjalanan sampai Rusunawa untuk menjalani karantina, apalagi ‘’Bau Nyale’’ yang sudah pasti ribuan manusia berjubel,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Camat Jerowaru, H Mustiarep mengatakan, mulai hari ini, Sabtu (23/1), pihaknya bersama aparat keamanan akan melakukan patroli untuk sosialisasi, selanjutnya akan memasang banner imbauan di beberapa titik strategis, termasuk di lokasi ‘’Bau Nyale’’. ‘’Jika masih ada warga sekitar yang memaksakan untuk menangkap Nyale, kita akan tegur dan bubarkan. Intinya tidak boleh ada kegiatan apapun, tapi jika ada yang tidak pakai masker, kita akan denda,’’ katanya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here