2 Kades Wilayah Selatan Lotim Pesimis Bisa Bendung Massa Bau Nyale

406
Kades Seriwe, Hudayana (kanan) dan Kepala Desa Ekas Buana, Ahmad Nursandi (kiri).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sikap tegas Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) bersama Forkopimcam Kecamatan Jerowaru untuk menghalau massa yang akan menyerbu beberapa titik lokasi penangkapan ‘’Nyale’’ di kawasan Pantai Selatan Lotim, tampaknya agak sulit bisa dijamin.

Pasalnya, meskipun Forkopimcam Jerowaru melakukan koordinasi intens dengan Kepala Desa dan beberapa Kawil di kawasan lokasi biasa tempat munculnya yang disebut dalam mitos sebagai jelmaan rambut putri Mandalika itu, tampaknya masih disikapi dengan nada pesimis oleh dua Kepala Desa yang kemungkinan paling ramai didatangi para pendoyan ‘’Nyale’’. Di antara 2 kades tersebut, yakni Kades Seriwe dan Kades Ekas Buana.

Kades Seriwe, Hudayana yang dikonfirmasi Lomboktoday.co.id melalui pesan WhatsApp (WA), Senin (25/1), mengajukan saran kepada Pemda Lotim maupun Forkopimcam Jerowaru untuk membuat baliho larangan sejak sekarang.

Selain itu, Kades yang memiliki wilayah penangkapan ‘’Nyale’’ di Pantai Kaliantan, Tampah Bole itu, meminta Pemda bersurat ke semua desa, khususnya kawasan Selatan hingga Lombok Tengah bagian Timur untuk mengimbau warganya untuk tidak datang. Tak cukup hanya itu, Hudayana juga berharap pihak keamanan harus di-stanby-kan dari sekarang di pertigaan Tutuk,  untuk memblok pintu masuk orang yang mau datang terutama warga yang datang jauh hari sebelumnya yang mau buat pondokan.

Pada intinya menurut Kepala Desa muda yang baru berusia 27 tahun ini menyebutkan, yang perlu dicegah adalah kerumunan massa yang datang hanya beramai-ramai saja, kalau orang yang betul-betul datang mau menangkap Nyale agak sulit dibendung terlebih yang jalur laut.

Namun demikian, Hudayana masih akan melihat tindakan seperti apa yang akan ditempuhnya. Sebab katanya, masih akan dibahas melalui rapat besok, Selasa (26/1), bersama Forkopimcam Jerowaru di Kantor Camat Jerowaru. ‘’Besok undangan rapat di Kantor Camat Jerowaru bersama Forkopimcam. Nanti saja kita lihat seperti apa yang akan kita ambil,’’ kata Hudayana meskipun menurutnya itu serba susah.

Pernyataan senada juga dilontarkan Kepala Desa Ekas Buana, Ahmad Nursandi. Dengan nada singkat Kades yang memiliki kawasan penangkapan Nyale di Pantai Kura-Kura dan Pantai Sungkun itu menyebutkan upaya pencegahan massa ini sebagai pekerjaan yang sangat berat. ‘’Memang, ini adalah pekerjaan berat. Karena akan berhadapan dengan massa,’’ kata Sandi tanpa ada pernyataan solutif.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here