Dua Raperda Provinsi NTB Disetujui, Empat Masih Pembahasan

314
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djaillah saat menyerahkan Sambutan Pendapat Akhir Gubernur NTB Kepada Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda, pada Rapat Paripurna DPRD NTB, Jumat (29/1).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sebanyak dua dari enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa DPRD Provinsi NTB disetujui untuk ditetapkan sebagai Perda. Dua Raperda yang disetujui tersebut yakni Pertama, Raperda tentang  Penggunaan Jalan Untuk Kegiatan Kemasyarakatan; Kedua, Raperda tentang Pencegahan dan Perkawinan Anak. 

Sementara empat Raperda lainnya akan dikaji dan dibahas lebih lanjut, yakni Raperda tentang Pendidikan Pesantren dan Madrasah; Raperda Perubahan Atas Perda No.4 Tahun 2006 tentang Usaha Budidaya dan Perkebunan Kemitraan Tembakau Virginia di NTB; Raperda tentang Pengakuan dan Penghargaan serta Perlindungan Terhadap Kesatuan-Kesatuan Masyarakat Adat; dan Raperda tentang Penyelenggaran Desa Wisata.

‘’Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya menyampaikan pernghargaan kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD NTB atas seluruh koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang baik serta komitmennya dalam upaya dan ikhtiar bersama untuk membangun dan memajukan daerah NTB yang kita cintai ini,’’ kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, ketika memberikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD NTB, Jumat (29/1).

Menurut Wagub, tujuan dibahas dan ditetapkannya Raperda Provinsi NTB ini semata-mata untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, serta dalam  rangka mendorong percepatan pembangunan daerah.

Secara khusus, Wagub menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Pansus yang telah membahas, mencermati dan mengkaji 6 buah Raperda secara maksimal, meski dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini tetap bekerja dengan optimal dan tetap berharap agar dalam implikasinya tetap berjalan selaras dan dengan komitmen bersama untuk membangun daerah tercinta.

‘’Kita juga berharap agar semangat dan hubungan yang  baik ini agar tetap kita bangun dan menjadi lebih baik lagi. Besar harapan kita seluruh agenda yang dibahas dalam Rapat Paripurna DPRD NTB ini bisa menuju arah kemajuan dan perlindungan bagi masyarakat NTB dan mampu memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat NTB yang lebih sejahtera,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda yang memimpin jalannya Rapat Paripurna menyampaikan kesimpulan sementara bahwa berdasarkan laporan masing-masing Pansus terhadap 6 buah Raperda Prakarsa DPRD Provinsi NTB, bahwa dua buah Raperda tentang Penggunaan Jalan Untuk Kegiatan Kemasyarakatan dan Raperda tentang Pencegahan dan Perkawinan Anak disetujui untuk ditetapkan menjadi Perda.

‘’Sedangkan 4 buah Raperda tentang Pendidikan Pesantren dan Madrasah; Raperda Perubahan Atas Perda No.4 Tahun 2006 tentang Usaha Budidaya dan Perkebunan Kemitraan Tembakau Virginia di NTB; Raperda tentang Pengakuan dan Penghargaan serta Perlindungan Terhadap Kesatuan-Kesatuan Masyarakat Adat; dan Raperda tentang Penyelenggaran Desa Wisata meminta perpanjangan waktu untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut pada masa sidang berikutnya,’’ kata Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Adapun Rapat Paripurna DPRD NTB dalam rangka Penyampaian Laporan Pansus-Pansus terhadap enam buah Raperda Prakarsa DPRD NTB dan keputusan DPRD NTB terhadap 6 buah Raperda tersebut terbuka untuk umum dan dihadiri Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama seluruh kepala perangkat daerah, seluruh unsur pimpinan DPRD NTB dan anggota Pansus DPRD Provinsi NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here