Kadis Dikbud Diskusikan Handayani Award dengan JMSI NTB

223
Kadis Dikbud NTB, H Aidy Furqan didampingi Kabid Kebudayaan, Fairuzzabadi dan Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BPTP), H Abdurrosyidin R, saat berdiskusi dengan Pengurus JMSI NTB.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Handayani Award yang diberikan kepada Kabupaten/Kota, lembaga dan perorangan yang berprestasi di bidang pendidikan, menjadi bahan diskusi Kadis Dikbud Provinsi NTB, H Aidy Furqan saat menerima kunjungan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi NTB, pada Jumat sore (29/1).

Menurut Kadis Dikbud NTB, H Aidy Furqan, pihaknya selalu memberikan reward bagi yang berprestasi. Demikian juga di Bidang Kebudayaan, selalu meningkatkan prestasi yang sudah ada. ‘’Selalu dilakukan, cuma bagaimana memblow up yang sudah ada.’’ katanya.

Tentang Handayani Award seperti yang pernah dimulai waktu Kadis Dikpora NTB yang kala itu dijabat H Zaini Arony, selama ini pihaknya selalu memberikan penghargaan bagi yang berprestasi. ‘’Setiap upacara Senin, selalu diumumkan, guru berprestasi, murid berprestasi,’’ ujarnya.

Tapi, untuk Handayani Award, perlu perencanaan, konsep dan keterlibatan semua stakeholders, termasuk wartawan harus ada dialog yang lebih intens. Ketua JMSI NTB, Boy Mashudi menyatakan siap bekerjasama dan mendukung kemajuan Dinas Dikbud NTB. ‘’Insya Allah, JMSI siap menyukseskan program Dikbud NTB,’’ kata Boy didampingi Sekretaris JMSI NTB, Abdul Rasyid Zaenal, bersama pengurus lainnya, yakni Adistya, H Riyanto Rabbah dan Ketua Bidang Litbang JMSI Pusat, H Rudi Hidayat.

Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud NTB, Fairuzzabadi mengatakan kalau seminggu sekali diadakan unjuk prestasi di bidang seni budaya antar sekolah. ‘’Bisa dilihat di YouTobe dan media sosial lainnya,’’ kata Fairuz seraya menambahkan beberapa prestasi yang telah dicapai termasuk Indek Kemajuan Kebudayaan.

Banyak kegiatan seperti membaca puisi di tempat bersejarah, baca takepan, seni tradisi kemudian terpublish, ini sudah lebih dari satu indikator dan sudah dimulai sejak 2020. ‘’Sekarang kita mulai dengan senam tradisional dan permainan rakyat,’’ kata Fairuz sembari menceritakan latihan senam ini di halaman Dinas Dikbud NTB yang diikuti beberapa pesenam. Bidang Kebudayaan juga telah menyiapkan google form untuk kegiatan kebudayaan di sekolah yang ada di NTB. ‘’Karena mereka melakukan aktivitas ini,’’ ucapnya.(Sid/jmsi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here