Posyandu Jadi Wadah Edukasi Tekan Kanker di NTB

91
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi NTB masa bhakti 2021-2026, di Aula Rinjani RSUD Provinsi NTB, Rabu (3/2).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Angka penyakit kanker di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi NTB, terbilang masih tinggi. Karenanya, hal itu menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama untuk meminimalisir angka tersebut secara terus-menerus. Semangat kebersamaan dan gotong royong melalui program Revitalisasi Posyandu, diyakini bisa menjadi salah satu upaya untuk menekan angka penyakit kanker di NTB.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan hal tersebut pada acara Pelantikan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi NTB masa bhakti 2021-2026, di Aula Rinjani RSUD Provinsi NTB, Rabu (3/2). Acara pelantikan tersebut dilakukan secara virtual zoom meeting oleh Ketua Umum YKI Pusat, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM FINASM, FACP.

Wagub yang diketahui sebagai salah satu perempuan inspiratif Indonesia ini menambahkan, dalam mengedukasi masyarakat tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, namun diperlukan kolaborasi dan selalu bergandengan tangan dengan seluruh stakeholders terkait. ‘’Itulah sebabnya saya bersama dengan Bapak Gubernur dengan senang hati menjadi pelindung YKI NTB. Dengan demikian, ada energi yang kuat dari kita semua bersama seluruh pengurus untuk bisa juga bekerjasama dengan stakeholders, terutama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB,’’ kata Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Wagub juga menilai, edukasi kanker sangatlah tepat bekerjasama dengan Posyandu. Menurutnya, permasalahan kesehatan di NTB dan Indonesia, salah satunya karena kurangnya edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pola hidup yang baik.

‘’Revitalisasi Posyandu perlu dilakukan. Karena, kita sadar betul bahwa permasalahan kesehatan di NTB dan di Indonesia sebenarnya karena kurang edukasi. Kurangnya kesadaran masyarakat kita akan pentingnya hidup bersih dan sehat dan lain sebagainya. Itu menjadi hal yang sangat penting untuk kita bekerja maksimal secara bersama-sama dan terus-menerus. Kalau bisa Posyandu ini kita jadikan wadah edukasi mulai dari skala dusun dengan bekelanjutan, maka kita optimis masyarakat dari tingkat dusun terkecil itu akan semakin baik lagi dalam memahami dan cara menghindari kanker. Kita yakin apa yang kita niatkan untuk kesehatan masyarakat NTB walaupun sulit, butuh waktu, namun dengan semangat kebersamaan, gotong royong secara terus menerus, Insya Allah kesehatan masyarakat NTB di masa yang akan datang akan semakin meningkat,’’ ungkapnya sembari berharap kepada pengurus YKI NTB yang sudah diantik ini bisa bersinergi dengan kabupaten/kota agar semua harapan tersebut dapat terwujud dengan baik.

Sementara itu, Ketua YKI Pusat, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo juga berharap agar kepengurusan YKI NTB lima tahun ke depan bisa bekerja maksimal untuk mengurangi angka penderita kanker. Masalahnya, tantangan dalam penanggulangan kanker perlu dihadapi bersama-sama oleh setiap anggota masyarakat melalui pola hidup sehat, yaitu berat badan ideal, olah raga, pola makan sehat, yang kesemuanya dapat menurunkan risiko kanker sampai dengan 35 persen.

Demikian juga dengan, Ketua YKI NTB, dr Ramses Indriawan, Sp.B (K) Onk menyatakan bahwa penderita kanker di Indonesia termasuk di NTB menjadi problem masyarakat. ‘’Karena itu sesuai arahan Ibu Wagub NTB, kami siap untuk mengedukasi masyarakat dengan menggandeng berbagai stakeholders yang ada untuk meningkatkan sektor kesehatan di NTB. Di samping itu juga peran serta masyarakat sangat diharapkan, mengingat persoalan kanker merupakan persoalan bersama untuk dituntaskan,’’ kata Ramses.

Ramses juga mangakui bahwa kepengurusan YKI NTB tidak saja diisi oleh kalangan dokter atau tenaga medis lainnya. Namun dari sejumlah unsur juga turut dilibatkan. Di antaranya dari unsur birokrat, LSM bahkan masyarakat yang sudah sembuh dari kanker untuk bisa menjadi motivasi bagi penderita lainnya bagaimana berjuang demi kesembuhan dari kanker.

Pengurus YKI NTB yang dilantik antara lain, sebagai Ketua: dr Ramses Indriawan, Sp.B (K) Onk; Wakil Ketua: Dra Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si; dr Made Widyalaksana Mahayasa, Sp.OG (K) Onk; Sekretaris: Yane Rahman Bhirawati; Bendahara: dr H Arif Zuhan Sp.BK-BD dan dilengkapi 6 bidang.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here