Bidang Pengairan Dinas PUPR Lotim Tancap Gas

945
Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Sosiawan Putraji.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menurut catatan Bagian ULP Setkab Lombok Timur, masih terdapat beberapa OPD belum lelang program bahkan ada yang belum menyerahkan dokumen proyek untuk dilelang baik program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun dari APBD Kabupaten Lotim 2021.

Namun, tidak bagi PUPR yang sejak awal Januari lalu telah paling awal merampungkan dokumen proyek untuk tayang lelang di ULP. Salah satu bidang pada Dinas PUPR Lotim yang tercepat adalah Bidang Pengairan. Data yang dihimpun Lomboktoday.co.id dari Bidang Pengairan, 9 paket pekerjaan semua sudah sampai tandatangan kontrak bahkan sudah tahap sosialisasi di lapangan.

Menurut Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Sosiawan Putraji, pada Rabu (17/2), di Selong menjelaskan, total anggaran DAK penugasan tahun anggaran 2021 Kabupaten Lombok Timur, sebesar Rp18,5 miliar.

Dijelaskan, dari total DAK Bidang Pengairan terbagi menjadi 9 lokasi pekerjaan, meliputi wilayah Kecamatan Terara, Montong Gading, Sikur, Masbagik, Wanasaba dan Labuhan Haji. ‘’Semua paket pekerjaan sudah sampai tahapan lelang dan sudah tanda tangan kontrak pekerjaan yang pelaksanaannya selama 5-6 bulan ke depan. Insya Allah bulan Juli mendatang rampung,’’ kata Kabid Pengairan.

Dijelaskan, tindak lanjut progres setelah tahap penandatanganan kontrak, pada tanggal 15 dan 16 Februari (selama 2 hari) Bidang Pengairan mengadakan sosialisasi pra konstruksi dengan mengundang kepala desa dan camat setempat beserta penyedia jasa (kontraktor) sebagai bentuk sinergitas dan koordinasi lintas sektor demi terwujudnya pelaksanaan pembangunan yang komprehensif dan optimal.

Di samping itu, lanjut pria yang akrab disapa Oci itu, pelaksanaan pekerjaan ini diharapkan membuka peluang pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 dengan adanya partisipatif dalam pengembangan potensi lokal, baik itu tenaga kerja ataupun material lokal, tentunya dengan memperhatikan ketentuan serta spesifikasi teknis yang tertuang di dalam kontrak.

Setiap pelaksanaan sosialisasi, pihaknya menghadirkan Tim Pendamping dari APH yaitu unsur Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Polres Lombok Timur dan Inspektorat Lombok Timur.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here