Bupati Sukiman Kecewa Gegara Baru 8 Desa Realisasi DD

838
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat menggelar rapat bersama camat dan sejumlah pimpinan OPD terkait, pada Kamis (18/2).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Belum lama ini, Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy menegaskan melalui para camat agar dana desa (DD) tahun 2021 ini lebih memprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Dan diminta mengurangi pembangunan infrastruktur. Namun demikian, hingga kini proses realisasi DD dinilainya lambat.

Guna mempercepat pencairan DD tersebut, Bupati Sukiman menggelar rapat bersama camat dan sejumlah pimpinan OPD terkait, pada Kamis (18/2). Bupati Sukiman menjelaskan bahwa serapan DD di Kabupaten Lotim sampai saat ini masih belum maksimal. Bupati Sukiman mencatat, dari 239 jumlah desa di Kabupaten Lotim, baru 8 desa yang sudah mencairkan DD-nya.

Menurut Bupati Sukiman, hal tersebut sangat disayangkan mengingat DD diharapkan sebagai salah stimulus untuk menggerakan ekonomi masyarakat di tengah masih berlangsungnya Pandemi Covid-19. Untuk itu, Bupati Sukiman meminta Camat dan OPD terkait seperti BPKAD, Inspektorat, dan BPMD berkoordinasi dan bersinergi guna menuntaskan persoalan tersebut. Salah satunya dengan menyederhanakan prosedur, tentunya dengan pertanggung-jawaban jelas.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukiman juga membahas kasus Covid-19 yang masih fluktuatif. Berdasarkan rilis terakhir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lotim per 17 Februari 2021, kasus terkonfirmasi Covid-19 di daerah ini sebanyak 39 masih isolasi, 914 sembuh, dan 33 meninggal.

Ini merupakan angka yang relatif tinggi, sehingga pemerintah tidak boleh diam. Karenanya, Bupati Sukiman meminta seluruh OPD terkait segera mengambil langkah demi mencegah semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Lotim. Selain itu, Bupati Sukiman juga meminta semua masyarakat untuk tidak abai menerapkan protokol kesehatan mulai dari desa. Termasuk para camat juga diminta agar tidak memberikan izin untuk pelaksanaan acara tradisi seperti nyongkolan dan tradisi lainnya. Selain itu, ditekankan pula agar Camat dan jajarannya mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di fasilitas publik, termasuk masjid dan sekolah.

Bupati Sukiman bahkan meminta diadakan test swab dengan metode sampling. Hal ini terkait munculnya kasus baru di Pondok Pesantren yang umumnya merupakan kasus tidak bergejala. Contac tracing yang cepat dan tepat juga dituntut untuk mencegah penyebaran lebih luas. Penggunaan metode rapid antigen diharapkan dapat mempercepat proses. Metode ini dapat dilakukan oleh petugas Puskesmas yang ada di masing-masing wilayah dan telah diberi pelatihan memadai.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here