Wamentan RI Apresiasi Program Industrialisasi NTB

177
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat mendampingi Wamentan RI, Harvick Husnil Qolbi ketika melakukan Kunker sekaligus meninjau STIPark Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kamis (11/3).

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Husnil Qolbi mengapresiasi segala perkembangan program industrialisasi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Wamentan mengaku sangat bangga, terutama terhadap upaya Pemprov NTB dalam memompa semangat industrialisasi di sektor pertanian. Menurutnya, industri di bidang pertanian bukan hanya meningkatkan ketahanan pangan tetapi mampu mempertahankan kedaulatan pangan. ”Meski di tengah Pandemi Covid-19, Alhamdulillah di NTB mampu mempertahankan ketahanan pangan dan juga kedaulatan pangan melalui industri kecil dalam sektor pertanian,” kata Wamentan RI, Harvick Husnil Qolbi ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker) sekaligus meninjau STIPark Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kamis (11/3).

Di komplek STIPark Banyumulek tersebut, Wamentan meninjau beberapa fasilitas seperti pabrik pakan ternak ayam petelur dengan hasil produksi 5 ton pakan per jam, yang mana dengan terus dikembangkannya pabrik pakan ternak diharapkan produktivitas hasil ternak NTB semakin meningkat dengan biaya produksi yang lebih terjangkau. Selain itu, Wamentan juga sempat meninjau bengkel permesinan sekaligus menjajal sepeda listrik buatan IKM-IKM NTB.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang mendampingi Wamentan menjelaskan bahwa salah satu ujung tombak mewujudkan program industrialisasi adalah hadirnya Science Teknologi Industri Park (STIPark) Provinsi NTB. Hadirnya STIPark tersebut untuk memacu perekonomian masyarakat NTB di bidang industri agar menjadikan NTB sebagai daerah yang mandiri, baik mandiri teknologi, industri sektor pertanian, industri peternakan, industri pakan ternak hingga industri bibit unggul yang mandiri. ”Kita memiliki banyak ternak tapi di saat musim kemarau, kita kehilangan pakan. Artinya, bahan baku jagung dari kita sedangkan pakan ternaknya dari luar daerah,” kata Gubernur.

Untuk itu, Gubernur menegaskan, bahan baku pakan ternak dan bibit-bibit unggul yang melimpah yang dihasilkan oleh pertanian di NTB harus dimanfaatkan dan diolah SDM daerah sendiri. Sehingga akan ada insentif dan penghargaan buat anak-anak NTB yang mengasah potensi di bidang industri jika mimpi itu mampu diwujudkan. ”Ini membuktikan bahwa kami sungguh untuk mewujudkan industrialisasi di NTB. Mungkin tidak ada provinsi lain yang punya keberanian untuk mewujudkan mandiri bibit unggul dan pakan ternak sendiri melalui program industrialisasi yang kita bangun,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, jika STIPark mampu mewujudkan kemandirian itu dengan sukses, maka wadah ini akan direplika di setiap kabupaten/kota se-NTB. Begitupun kalau taman teknologi ini menarik, maka akan direplika di provinsi lain di Indonesia. ”Sehingga industrialisasi dari Indonesia bagian Timur bukan hanya mimpi, tapi bisa kita wujudkan,” ucap Gubernur dengan penh optimis.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here