Pemprov NTB Komit Percepat Penanganan Operasi PT ESL di Sekaroh

177
Sekda NTB, HL Gita Ariadi saat membuka workshop percepatan penanganan investasi Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lotim, yang dilaksanakan di Hotel Astoria Mataram, Senin (15/3).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB akan mempercepat proses operasional PT Eco Solution Lombok (ESL) yang telah mengantogi Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) Pariwisata, di kawasan Hutan Lindung Sekaroh, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Investor asal Swedia yang telah mengantongi izin sejak tahun 2013 lalu itu, direncanakan akan mengelola lahan seluas 339 hektare, berupa penataan destinasi kawasan hutan, termasuk meliputi kawasan lautnya bahkan pengelolaan destinasi Pantai Pink.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi ketika membuka workshop percepatan penanganan investasi Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lotim, Senin (15/3) mengatakan, untuk menyikapi kendala-kendala yang dihadapi di lapangan, harus dengan solusi yang saling menguntungkan antara masyarakat dengan pihak investor. Sehingga diharapkan hadirnya investor dapat memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. ‘’Saya juga melihata bahwa pihak PT ESL sudah dari awal memiliki keseriusan untuk melakukan investasi di kawasan tersebut,’’ kata Sekda NTB, HL Gita Ariadi pada workshop yang dilaksanakan di Hotel Astoria Mataram.

Sekda menegaskan, segala permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan investor, harus diselesaikan dengan cara-cara yang baik, sesuai dengan kebijakan dan hukum yang berlaku. Baik itu kendala dengan mekanisme pembebasan lahannya, pengelolaan kawasan dan kendala-kendala lain yang dihadapi di lapangan. Sehingga diharapkan kegiatan investasi PT ESL ini segera direalisasikan untuk membangun perekonomian masyarakat di kawasan itu. ‘’Momentum workshop ini kita harus pastikan bahwa kendala di lapangan harus clean dan clear. Sehingga kegiatan operasi investasinya dapat berjalan dengan baik. Juga penataan di sekitar kawasan termasuk penataan Pantai Pink akan segera dilakukan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H Mohammad Rum mengatakan, jika kendala di lapangan yang dihadapi oleh pihak investor dan masyarakat di sekitar kawasan bisa diselesaikan dengan baik, artinya tidak ada pihak yang dirugikan. Maka, pihak Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Lotim memiliki komitmen agar pengelolaan kawasan tersebut ditargetkan berjalan mulai Juni 2021 mendatang. ‘’Kalau lahannya nanti sudah clear, progres awal yang kami minta dari pihak PT ESL adalah rehabilitasi Pantai Pink sebelum adanya pembangunan fisik seperti hotel, vila dan lain sebagainya,’’ katanya.

Dijelaskannya, adapun kendala yang dihadapi di lapangan di antaranya adalah masalah lahan, kebijakan MoU dengan Pemprov NTB dan Pemkab Lotim, kemudahan pengelolaan di kawasan perairan dan masalah pengawalan atau keamanan di sekitar kawasan. ‘’Masalah-masalah itu kita akan diskusikan dengan pihak terkait untuk menemukan solusi terbaiknya. Sehingga kegiatan pengembangan dan pengelolaan investor akan berjalan sesuai harapan bersama,’’ ujarnya.

Rum juga menekankan bahwa selama kegiatan investasi berjalan diharapkan tidak ada kegaduhan yang terjadi. Sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bahwa segala penyelesaian kegiatan investasi harus menghindari kegaduhan. Sebab, salah satu faktor utama dihadirkannya investasi di NTB adalah untuk memberi lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya kepada masyarakat NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here