Di Jenggala, Wagub NTB Tinjau Posko Ketahanan Pangan Terintegrasi dengan Posko PPKM Mikro

292
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, saat meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19, di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (5/4).

LOMBOK UTARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Posko Ketahanan Pangan yang terintegrasi dengan Posko Terpadu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dengan berbasis Rukun Tetangga (RT), di Desa Jenggala adalah salah satu inovasi yang patut dicontoh.

”Posko terpadu dan terintegrasi ini merupakan salah satu inovasi yang patut dicontoh,” kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, di hadapan Pemerintah Desa Jenggala Kabupaten Lombok Utara (KLU), saat meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19, Senin (5/4).

Menurut Wagub, dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, posko terintegrasi di tingkat desa diperlukan sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 agar lebih tepat sasaran.

Sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan, Wagub mengingatkan agar sistem pelaporan PPKM berbasis Mikro ini dapat dilaksanakan dengan baik. ”Jadi harus fokus dengan sistem pelaporan bebasis data yang riil di tingkat RT. Jangan disamaratakan, ketika salah satu RT di desa tersebut, ada satu warga terkonfirmasi positif, sehingga menjadikan desa zona merah. Itu yang salah, seharusnya hanya di RT itu saja yang berwarna merah, itulah PPKM berbasis RT,” ujarnya.

Selain itu, kata Wahub, PPKM Mikro bukan membatasi kegiatan dan aktivitas warga. Namun tetap bekerja dan produktif dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Di akhir kunjungannya, Wagub mengingatkan, agar sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan seluruh elemen di desa harus terjalin dengan baik.

Sementara itu, Kepala Desa sekaligus Ketua Satgas Covid Desa Jenggala, Fakhruddin mengatakan, di desanya memiliki 8 Dusun dan sebanyak 30 RT. ”Desa kami tidak ada yang terkonfirmasi Covid-19, nol kasus,” kata Kades.

Untuk menanggulangi Covid-19, ada 3 posko utama, termasuk Posko isolasi mandiri. Berbagai fasilitas disediakan di Posko seperti alat kesehatan, media edukasi untuk menerapkan 5 M dan data. Termasuk Posko  Ketahanan Pangan ini merupakan posko terpadu untuk memotivasi masyarakat memanfaatkan pekarangan dan tanah kosong yang produktif. Sehingga menambah gizi untuk kesehatan keluarga di tengah pandemi Covid-19.

Diakuinya, bersama satgas dan elemen masyarakat terus memberikan edukasi untuk menegakan protokol Covid-19. Pentingnya vaksinasi guna memperkuat imun dan informasi lain kepada masyarakat. ”Kami bersama dan bersinergi membangun kesadaran masyarakat tentang ketahanan pangan maupun pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Turut serta mendampingi Wagub yakni; Asisten I Setda Provinsi NTB, Kadis Kesehatan NTB, Kadis PMPD Dukcapil NTB, Direktur RSUD Provinsi NTB, Karo Kesra Setda Provinsi NTB, Sekda KLU, Kadikes KLU, serta perwakilan dari kepolisian dan TNI di KLU.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here