H-1 Ramadhan 1442 H, Kanwil Kemenkum HAM NTB Ngupi Juluq Bareng Semeton Media

252
Kepala Kanwil Kemenkum HAM NTB, Haris Sukamto saat memberikan keterangan pers di sela-sela acara acara bertajuk ‘’Ngupi Juluq Bareng Semeton Media’’, di halaman tengah Kanwil Kemenkum HAM NTB.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) Provinsi NTB menjadikan momen menyambut bulan Ramadhan 1442 Hijriyah/2021 Masehi untuk memperterat sinergitas dengan media. Bertempat di halaman tengah Kanwil Kemenkum HAM NTB, Senin (12/4), digelar acara bertajuk ‘’Ngupi Juluq Bareng Semeton Media’’.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM NTB, Haris Sukamto mengungkapkan, diperlukan sinergitas antara insan pers dengan Kemenkum HAM, sehingga tercipta citra positif bahkan pemikiran positif. ‘’Kami perlu kritikan dan masukan salah satunya dari media. Kegiatan yang selama ini terjalin bukan hanya sekadar simbiosis mutualisme tetapi simbiosis benefit,’’ kata Haris.

Haris mengatakan, kolaborasi antara media dan jajaran Kanwil Kemenkum HAM NTB akan menambah energi baru dalam upaya menciptakan pemerintah yang bersih dan berwibawa. ‘’Pemberitaan oleh media massa sebagai langkah untuk memperbaiki kinerja. Karenanya, masukan dan kritikan yang membangun merupakan gambaran positif untuk perbaikan. Tanpa kritikan dari media, kinerja kami tidak akan diketahui apakah telah berjalan dengan baik atau sebaliknya,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, pada 2020 lalu, Kanwil Kemenkum HAM NTB adalah salah satu dari 10 Kanwil yang masuk dalam kategori zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Di mana, Kanwil Kemenkum HAM di Indonesia berjumlah 33 Kanwil. ‘’Kanwil Kemenkum HAM NTB saat sudah berada pada zona Wilayah Bebas Korupsi. Nah, untuk tahun 2021 ini bertekad menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM, Red). Ikrar ini diharapkan bisa diwujudkan di tahun 2021 ini. Peran inilah yang bisa diambil oleh media,’’ ungkapnya.

Haris menuturkan, peran media sangat penting dalam memberi informasi yang berguna bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat di luar NTB. Pun di tengah pandemi Covid-19, peran media sangat strategis dalam memberikan informasi terkait kondisi di NTB. ‘’Artinya, media memiliki peran yang sangat penting untuk membalik stigma ketakutan, oleh karena NTB dikatakan sebagai zona merah Covid-19, supaya orang-orang datang berkunjung ke NTB,’’ tegas Haris.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, H Nasrudin Zein menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kanwil Kemenkum HAM NTB yang mengajak insan pers dalam menjalin kerjasama. ‘’Ini luar biasa, simbiosis mutulisme ini harus kami para insan pers beri apresiasi. Ini kesempatan para insan pers melaksanakan amanat Ketua Dewan Pers Bapak Muhammad Nuh, dalam mengubah mindset adagium bed news is good news menjadi good news is the best news,’’ katanya.

Nasrudin mengatakan, wartawan harus mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah sepanjang untuk kepentingan masyarakat. Pihaknya mengajak agar insan pers menanamkan prinsip yang diajarkan agama Islam, yakni ‘’khairunnas anfa’uhum linnas’’ (Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain). ‘’Jadi, jika wartawan memberitakan yang baik-baik, Insya Allâh hasil tulisannya bermanfaat bagi masyarakat. Pahalanya akan terus mengalir,’’ ujarnya.

Tampak hadir dalam gelaran Ngupi Juluq Bareng Semeton Media, yakni para Kepala Satuan Kerja (Satker) lingkup Kanwil Kemenkum HAM se-Pulau Lombok, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, Ketua dan perwakilan organisasi perusahaan media, para Pimpinan Redaksi (Pimred), Pengurus Forum Pewarta (FORTA) NTB, dan para jurnalis/wartawan.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here