Juara Lomba Cerita Wastra NTB Siap Bertarung di Kancah Nasional

176
Para pemenang Lomba Cerita Wastra NTB saat foto bersama dengan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan istri maupun dengan Sekda NTB, HL Gita Ariadi dan istri.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Provinsi NTB sukses menggelar acara Lomba Cerita Wastra 2021. Para juara terpilih selanjutnya akan melenggang ke tingkat Nasional dan diharapkan mampu memperkenalkan kecantikan dan keeksotisan Wastra atau Kain Tradisonal khas NTB pada seluruh masyarakat Indonesia.

‘’Alhamdulillah dengan diselenggarannya lomba ini dapat meningkatkan kebanggaan pemakaian kain tradisional NTB dan memasyarakatkan kembali Wastra daerah kita,’’ kata Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat menggelar acara sesi foto bersama para pemenang, yang dihadiri juga oleh Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, di Ruang Kerja Gubernur NTB, pada Rabu (14/4).

Hj Niken yang juga sebagai Bunda PAUD Nasional tersebut memaparkan terkait Lomba Cerita Wastra 2021. Lomba ini digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Lomba ini digelar di Tingkat Provinsi kemudian pemenangnya akan kembali bertarung di tingkat Nasional.

Kegiatan yang digelar secara daring ini bertujuan untuk memperkenalkan Wastra (Kain Tradisional) dalam bentuk kompetisi foto daring kebaya dan kain tradisional yang kemudian dirangkaikan dengan narasi ‘’aku dan kain’’. Di mana, para peserta harus menceritakan relasi pribadinya dengan kain tersebut, sejarah hingga proses pembuatannya agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat.

Provinsi NTB sendiri menyelenggarakan lomba ini selama dua minggu dan diikuti oleh 50 peserta dari Pulau Lombok dan Sumbawa. ‘’Saya berbangga karena antusias masyarakat NTB cukup besar dalam mengikuti lomba ini. Dekranasda Kabupaten/Kota ikut berpartisipasi bahkan diikuti selebgram lokal. Semoga ini bisa meningkatkan awarness masyarakat NTB,’’ ujarnya.

Pemenang Lomba Cerita Wastra Provinsi NTB ini di antaranya; juara 1 dimenangkan oleh Baiq Dewi Septemi. Perempuan yang menetap di Kediri Kabupaten Lombok Barat tersebut mengkreasikan Tenun khas Lombok Barat, dengan atasan lambung yang dikombinasikan dengan kain Tenun Mareje ditambahkan dengan kain tile agar lebih milenial dan bawahan kain Tenun Gumise motif gerimis. ‘’Busana ini bisa dipakai pada kegiatan sehari-hari. Kita ingin menasionalkan ini agar kain tenun bisa dipakai tidak hanya saat acara resmi saja, tapi dapat juga digunakan untuk daily look atau busana sehari-hari,’’ kata Temi, sapaan akrab Baiq Dewi Septemi.

Perempuan yang berprofesi sebagai perawat tersebut juga menjelaskan, jika tenun tidak hanya digunakan pada acara resmi saja, maka akan meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga UMKM yang memproduksi tenun bisa diberdayakan secara ekonomi. ‘’Kalau saya pengen tetap terus mempromosikan kain tradisional NTB. Lewat lomba ini, kita menceritakan apa sejarah dan proses di balik kain ini. Yang mana peran UMKM juga di baliknya, sehingga bisa memberdayakan ekonomi mereka,’’ ujarnya.

Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Silva Iza Azizah dengan menggandeng model Syarifah Aisyah. Duo asal Dompu ini membawakan Tenun Tembe Nggoli dan Munapa’a khas Dompu. Sedangkan juara 3 diraih oleh Sri Mila Hardiana. Melaui UKM Ana Tenun Sukarara, ia membawakan kain Motif Songket Lolo Jagung khas Sukarara. Serta juara Favorit Ina Pariska yang membawakan Kain Songket Kiping Jempiring khas Desa Sukarara Kabupaten  Lombok Tengah.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here