Hj Niken: Perempuan NTB Harus Mengedepankan Budaya Literasi

208
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harus mengedepankan budaya literasi. Terlebih di tengah era milenial dan pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung seperti saat ini. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Raden Adjeng Kartini ratusan tahun lalu.

‘’Bagaimana Kartini dari kecil rajin membaca buku dan menulis membuatnya kaya akan literasi, harus kita contoh,’’ kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Menulis Esai ‘’Kiprah Kartini Perempuan Milenial’’ yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Kamis (29/4).

Hj Niken lebih jauh menjelaskan, budaya membaca dan menulis yang diwariskan oleh Kartini harus juga dibudayakan oleh perempuan itu sendiri, kepada anak dan keluarganya. Karena perempuan merupakan sekolah pertama di rumah. Maka terus belajar dan mengajar adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang perempuan.

Dengan menulis, lanjut Bunda PAUD Nasional tersebut, dapat membantu mengungkapkan ide, gagasan, dan cita-cita setiap orang. Dengan begitu, juga dapat membantu setiap orang khususnya perempuan menyalurkan kegelisahan di era milenial dan pandemi Covid-19 yang banyak bergejolak seperti saat ini. ‘’Kemampuan menulis adalah sesuatu yang amat berharga. Melalui menulis, kita dapat menyampaikan kegelisahan, inspirasi dan ide-ide kita,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Achmad Fairuz Abadi yang juga menjadi pembicara pada kesempatan tersebut menambahkan beberapa hal. Di antaranya, kiprah dalam tema besar webinar ‘’Kiprah Kartini Perempuan Milenial’’ dapat diartikan sebagai sebuah ikhtiar. Ikhtiar di mana perempuan terus berusaha untuk memberikan perannya. ‘’Perempuan selalu bisa beradaptasi pada setiap zamannya,’’ kata Fairuz.

Mantan Kabid IKP Diskominfotik NTB ini menjelaskan, perempuan adalah mahluk yang paling bisa beradaptasi di setiap zaman. Bahkan, di zaman milenial dan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, perannya tak perlu diragukan lagi. Baik di rumah, di tempat kerja, maupun di lingkungan masyarakat. Hal yang patut dicontoh dan dihargai dengan sepenuh hati.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here