Menteri Bappenas: Perhelatan MotoGP Mandalika Menjadi Pertaruhan Indonesia di Mata Dunia

267
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa didampingi Gubernur NTB, H Zulkieflimamnsyah; Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, H Muzihir; dan Kepala Bappeda NTB, H Iswandi, saat melihat langsung progress pengembangan KEK Mandalika, dan pembangunan Sirkuit MotoGP.

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.CO.ID – Percepatan penyelesaian pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika termasuk di dalamnya pembangunan Sirkuit MotoGP menjadi atensi khusus dari pemerintah. Setelah dalam waktu dekat ini beberapa kali para menteri berkunjung melihat progres pembangunnya, pada Jumat (30/4), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa juga datang untuk melihat langsung sampai sejauhmana pengembangan KEK Mandalika, sekaligus memastikan persiapan gelaran MotoGP yang rencananya akan dilaksanakan pada Maret 2022 mendatang.

‘’Perhelatan MotoGP merupakan kerja besar yang menjadi pertaruhan dan citra Indonesia di mata dunia. Karena itu, persiapan yang masih ada ini hendaknya segera dituntaskan, sehingga pada akhirnya nanti pada pelaksanaannya tidak menemukan kendala. Ingat pengembangan KEK Mandalika itu telah menjadi prioritas perencanaan pembangunan nasional termasuk penyelesaian Sirkuit MotoGP,’’ kata Suharso Monoarfa didampingi Gubernur NTB, H Zulkieflimamnsyah; Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, H Muzihir; dan Kepala Bappeda NTB, H Iswandi.

Di Mandalika, Suharso Monoarfa mendapatkan penjelasan singkat dari Managing Directur The Mandalika, Bram Subandoro, terkait selayang pandang pembangunan kawasan wisata KEK Mandalika dengan sejumlah fasilitas yang tengah dibangun. Suharso Monoarfa juga mendapatkan penjelasan progress persentase pembangunan Sirkuit MotoGP yang rencananya akan digunakan untuk gelaran MotoGP pada Maret 2022 mendatang.

Selepas pertemuan, Suharso Monoarfa bersama rombongan menyempatkan diri meninjau area Sirkuit MotoGP untuk memastikan sejauhmana prosentase pembangunannya hingga saat ini. Dalam kesempatan tersebut, Suharso Monoarfa juga sempat berbincang singkat dengan para pekerja.

Mengakhiri kunjungan kerjanya, Suharso Monoarfa singgah di Rumah Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Dipandu Rifai, Guide setempat, Suharso Monoarfa bersama istri dan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah melihat langsung proses kerajinan tenun khas Lombok termasuk memperhatikan rumah tradisonal warga Sade. Di tempat ini, Suharso Monoarfa dan rombongan juga berkesempatan untuk berbelanja produk kerajinan masyarakat.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here