Menteri Bappenas Optimis Industrialisasi di NTB Berdampak Nasional

130
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa didampingi Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat mengunjungi Science Technology Industrial Park (STIPark) Banyumulek, pada Ahad (2/5).

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, geliat industrialisasi di NTB akan berpengaruh secara nasional jika kompetensinya dijaga dan dikembangkan. Suharso mengakui langkah NTB mengembangkan industri sangat tepat. ‘’Kalau berhasil merubah pasar lokal NTB, maka tentu berdampak ekonomi secara nasional,’’ kata Suharso, di Science Technology Industrial Park (STIPark) Banyumulek, pada Ahad (2/5).

Dalam kunjungannya di STIPark Banyumulek, selain mendorong industri manufaktur untuk produksi motor listrik, Suharso juga mengapresiasi industri pakan ternak yang menurutnya akan sangat membantu dalam mengendalikan harga komoditas daging dan menyejahterakan petani dan peternak.

Suharso menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB perlu memikirkan regulasi insentif agar masyarakat mau membeli dan menggunakan sepeda listrik. Namun sebelumnya, industri manufaktur sepeda listrik perlu dibangun agar dapat diproduksi massal dan membuat harga terjangkau. Suharso menyarankan pula agar komponen baterai dapat diproduksi sendiri oleh NTB.

Saat mengunjungi pabrik pakan ternak di lokasi STIPark Banyumulek, Suharso menegaskan bahwa industri seperti pakan membutuhkan langkah integratif. Secara umum, produksi pakan ternak yang melimpah akan membuat komponen komoditas seperti daging menjadi terjangkau. Dengan begitu, komoditas lokal akan terlindungi dari serbuan komoditas impor dan mencegah inflasi.

Di hulu, pabrik pakan ternak telah mulai membantu petani, peternak maupun nelayan dalam komponen nilai tukar yang selama ini membuat mereka sulit bersaing dengan produk luar. ‘’Kita berharap NTB bisa menjadi contoh bagaimana industri bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan, STIPark Banyumulek memang diharapkan dapat menghasilkan industri permesinan yang membuat komoditas dan bahan baku diolah menjadi produk baru bernilai ekonomis tinggi. ‘’Kita akan terus berupaya agar industrialisasi ini makin dikembangkan dalam banyak sektor. Sepeda listrik misalnya meski dibuat sebagai penanda alih teknologi di daerah, bisa saja diproduksi massal dan murah,’’ kata Gubernur.

STIPark Banyumulek menargetkan sampai 2023 akan tercipta sebanyak 1.000 purwarupa mesin industri yang siap dikembangkan untuk beragam sektor selain inkubasi bisnis dan penyiapan wirausaha baru. Gubernur sendiri menegaskan, secara nasional industrialisasi di NTB ini adalah yang pertama. Bahkan, Perda yang mengaturnya telah dibuat agar melindungi IKM berproduksi dan masyarakat dapat terus berinovasi menemukan mesin dan teknologi untuk industri NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here