Menparekraf dan Gubernur NTB Kunjungi Gili Trawangan dengan Berenang Sejauh 100 Meter

194
Menparekraf, Sandiaga Uno didampingi Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat melakukan kunjungan kerjanya di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (6/5).

LOMBOK UTARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Untuk memastikan eksistensi pariwisata kembali bergeliat di 3 Gili, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah memilih cara tidak biasa mengunjungi gugusan pulau tersebut, yaitu berenang sejauh 100 meter dari perahu yang ditumpanginya ketika akan bersandar di Gili Trawangan.

‘’Kami berenang untuk menikmati keindahan spot air laut yang jernih dan bersih di 3 Gili, dan merasakan suasana yang nyaman untuk mendapatkan masukan dari pelaku pariwisata di sini,’’ kata Menparekraf, Sandiaga Uno didampingi Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dalam kunjungan kerjanya ke NTB dalam rangka dialog dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (6/5).

Sehingga saat semua pintu dibuka pada tanggal 17 Mei mendatang, wisatawan dapat berkunjung dan berlibur ke Gili dengan tetap menerapkan protokol kesehetan dalam mencegah Covid-19. ‘’Kami berkomitmen untuk bangkitkan dan pulihkan pariwisata di Gili, dengan beberapa program dan langsung dirasakan oleh masyarakat,’’ ujarnya.

Beberapa strateginya adalah memperbanyak event yang diminati wisatawan dalam negeri. Selama ini yang dilakukan fokus terhadap wisatawan mancanegara. Padahal masih banyak wisatawan nusantara yang belum tersentuh. Upaya lain, akan dibangun travel patten, karena Gili merupakan zona hijau yang dapat diinterkoneksikan dengan zona hijau lain seperti di Sanur Bali. Membangun kerja sama untuk menjual paket agar bisa menjadi alternatif sementara saat pandemic Covid-19 ini.

Selain itu, lanjut Menparekraf, upaya lainnya adalah membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di NTB. Sehingga harus ada dukungan dari semua pihak termasuk pelaku pariwisata ekonomi kreatif dan pemerintah. ‘’Termasuk berbagai fasilitas dan sarana prasarana dan penguatan ekonomi kreatif menjadi perhatian khusus kami, karena ini destinasi dunia,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengapresiasi semangat Pemerintah Pusat memberikan perhatian untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata di NTB. Diakui Gubernur, bahwa kunjungan Menparekraf sudah kedua kalinya ke NTB. Kepedulian ini harus benar-benar dijaga sehingga kedepan banyak program yang dapat membatu pelaku pariwisata memulihkan kembali geliatnya. ‘’Saya juga memberikan apresia kepada Bupati dan Wakil Bupati telah bersinergi bersama masyarakat setempat untuk dapat menjaga wilayahnya tetap dalam zona hijau. Ini menjadi modal untuk pariwisata,’’ kata Gubernur.

Beberapa pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif menyambut baik kunjungan ini. Sehingga usulan konkret dan masukan dapat segera dieksekusi oleh Pemda dan Pemerintah Pusat. Sebelumnya, dalam dialog Ketua Asosiasi 3 Gili, Lalu Kusnawan mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin di area destinasi wisata. Termasuk SOP untuk memasuki Gili telah dibuat bersama. ‘’Bahkan kita sudah vaksin massal sebanyak 3.500 pelaku pariwisata,’’ katanya sembari menjelaskan, pelaku pariwata terus berbenah dalam rangka upaya menggeliatkan pariwisata di KLU.

Mewakili rekan-rekannya, Kusnawan meminta pemerintah juga membangun fasilitas umum seperti Puskesmas yang layak dan berstandar untuk wisatawan dan masyarakat di 3 Gili. Dalam kesempatan yang sama, Lalu Suratman menambahkan pelaku pariwisata 3 Gili, berbagai upaya dan langkah telah dilakukan untuk memulihkan pariwisara. Sehingga ia meminta kolaborasi dan sinergi bersama semua steak holder baik pusat dan daerah merecovery pariwisata agar membangkitkan ekonomi masyarakat juga. Menurutnya, KLU terutama di 3 Gili harus memiliki kultur sebagai branding destinasi wisata. Misalnya sport tourism untuk menggelar event motorcross. ‘’Apalagi wilayah di KLU cukup layak untuk event itu,’’ katanya.

Karena menurutnya, membranding destinasi itu perlu waktu, minimal 4 tahun. Sehingga nantinya akan terkenal. Turut hadir dalam kunjungan kerja Menparekraf, yakni Kepala Dinas Pariwisata NTB, Wakil Bupati Lombok Utara, Kapolres Lombok Utara dan rombongan Kemenparekraf.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here