Kanwil Kemenkum HAM NTB dan FORTA Teken MoU Kerja Sama Public Opinion Branding

179
Suasana penandatanganan MoU antara pihak Kanwil Kemenkum HAM NTB yang diwakili Kepala Divisi Administrasi, Saefur Rochim dengan Ketua FORTA NTB, M Tajir Asyjar, yang disaksikan langsung Kakanwil Kemenkum HAM NTB dan Ketua PWI NTB.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum HAM) Provinsi NTB terus berbenah, guna terciptanya zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Sebagai ikhtiar mewujudkan zona integritas WBK menuju WBBM tersebut, pada Kamis (6/5), Kanwil Kemenkum HAM NTB menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan FORTA (Forum Pewarta) NTB.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, H Nasruddin Zain yang turut menyaksikan penandatanganan MoU kerja sama Public Opinion Branding tersebut mengatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan sebuah kehormatan untuk menjaga martabat dan marwah institusi, baik Kemenkum HAM maupun Forum Pewarta (FORTA) sebagai mitra.

‘’Namun itu bukan berarti mengintervensi kebijakan redaksi dalam melakukan pemberitaan sesuai kode etik jurnalistik. Jadi, ini adalah kerjasama kemitraan yang sehat,’’ kata Nasruddin.

Selaku penasihat FORTA NTB, Nasruddin juga meyakini bahwa FORTA yang kehadirannya diinisiasi oleh salah satu Pakar Hukum Universitas Unram (Unram) itu, akan mampu menjalankan tugas jurnalistik sesuai harapan Ketua Dewan Pers, Prof Muh Nuh. ‘’FORTA ini tidak main-main Pak Kakanwil, karena ada Pakar Hukum Unram, Prof Kurniawan yang terus memantau dan mengarahkannya. Ketuanya juga salah satu pengurus PWI NTB, yang akan mengawal supaya teman-teman wartawan anggota FORTA, berjalan di riilnya dalam menebar kebaikan dalam pemberitaan. Insya Allah,’’ ujarnya.

Nasruddin juga menjelaskan bahwa kerjasama itu dalam upaya mempertegas kebaikan, di mana berita yang dimuat merupakan pemberdayaan, yang nantinya diharapkan bermanfaat untuk masyarakat. ‘’Ketika Kanwil Kemenkum HAM NTB ini memberikan pelayanan terbaik, maka media memberitakan dengan baik pula, tidak dibuat sensasi dan tidak pula diberitakan berlebihan. Sebab yang terpenting adalah substansinya bukan sensasinya,’’ ungkapnya.

Sejalan dengan Ketua PWI NTB, Kepala Kanwil Kemenkum HAM NTB, Haris Sukamto berharap citra positif dari pelayanan terbaik yang diberikan Kanwil Kemenkum HAM NTB dapat tersampaikan dan dirasakan langsung oleh masyarakat NTB. ‘’Pelayanan publik ini tidak bisa berjalan tanpa adanya media. Kerja sama ini merupakan awal bagi jajaran Kanwil Kemenkum HAM dan media untuk membentuk pola informasi yang semakin baik. Semoga kolaborasi ini menjadi manfaat bagi masyarakat,’’ kata Haris.

Untuk diketahui, dalam penandatanganan itu pihak Kanwil Kemenkum HAM NTB diwakili Kepala Divisi Administrasi, Saefur Rochim, sedangkan dari pihak FORTA NTB ditandatangani Ketua FORTA NTB, M Tajir Asyjar, disaksikan langsung Kakanwil Kemenkum HAM NTB dan Ketua PWI NTB.

Ketua FORTA NTB, M Tajir Asyjar mengatakan, penandatanganan kerja sama Public Opinion Branding itu sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap Kanwil Kemenkum HAM NTB dalam mewujudkan zona integritas WBK menuju WBBM. ‘’Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara Kanwil Kemenkum HAM NTB dengan media massa, dalam hal ini Forum Pewarta (FORTA) guna menyebarluaskan informasi sebagai bentuk pelayanan untuk masyarakat NTB. Jadi, kami di FORTA NTB terus berupaya menghilangkan adagium ‘bed news is a good news’, kabar buruk adalah berita yang bagus atau baik. Ini salah satu prinsip dibentuknya FORTA NTB, selain mendorong anggotanya untuk memiliki kompetensi kewartawanan yang dipersyaratkan,’’ katanya.(Sid/forta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here