Posyandu Keluarga, Solusi Selesaikan Masalah Perempuan dan Anak

suasana rapat
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memimpin rapat bersama Dinas P3AP2KB Provinsi NTB yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/5).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah berharap Posyandu Keluarga dapat dimaksimalkan keberadaannya sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan anak dan perempuan. Keberadaan Posyandu Keluarga sebagai sarana pelayanan kesehatan dari bayi hingga lansia (lanjut usia), sehingga seluruh segmen usia maupun genre dapat ditangani.

‘’Kalau dulu layanan Posyandu kita hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, kedepannya di Provinsi NTB tidak boleh melayani ibu dan bayi saja tetapi Posyandu yang komplit melayani dari bayi hingga lansia,’’ kata Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memimpin rapat bersama Dinas P3AP2KB Provinsi NTB yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/5).

Karenanya, Wagub menargetkan empat capaian yang harus dikerjakan terkait permasalahan anak dan perempuan. Di mana, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB sebagai leading sektor, di antaranya menghadirikan kota layak anak, menurunkan angka perkawinan anak, menurunkan perdagangan orang, dan menurunkan kekerasan terhadap perempuan.

Posyandu Keluarga yang diharapkan Wagub dapat memenuhi empat elemen Posyandu, yakni Posyandu KIA, Posbindu, Posyandu Keluarga dan Posyandu Lansia. ‘’Keberadaan Posyandu Keluarga diharapkan mampu menopang 4 elemen Posyandu yang nantinya diaktifkan seluruh dusun dan lingkungan yang ada di NTB,’’ ujarnya.

DP3AP2KB Provinsi NTB terus berikhtiar mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak di NTB, melalui koordinasi yang dilakukan bersama Wagub. Selain itu, di NTB Kota Layak Anak sebanyak empat lokasi yang berada di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Dompu dan Kabupaten Bima.

Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB, Hj Husnanidiaty Nurdin mengharapkan agar tahun ini NTB dapat menambah dua kota layak anak. ‘’Menargetkan setiap tahun ada dua kota layak anak yang diberikan penilaian oleh pusat. Sampai saat ini, NTB memiliki empat kota layak anak, dan diharapkan tahun ini bisa dapat dua lagi dan sekarang masih dalam proses penilaian dari pusat,’’ katanya.

Hj Eny, begitu Hj Husnanidiaty Nurdin biasa disapa menyatakan terus berupaya meningkatkan kualitas perempuan, baik itu dari segi pendidikan dan keterampilan, melalui sekolah maupun berbagai pelatihan. ‘’Kalau di pemberdayaan perempuan, kami berupaya bagaiamana meningkatkan kualitas perempuan melalui sekolah perempuan. Hal ini sudah dilakukan oleh NGO, sehingga kami mereplikasikan kegiatan ini,’’ ujarnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here