Update Covid-19 per 30 Mei: Bertambah 20 Positif dan 23 Orang Sembuh

data covid-19
Ini data penambahan Covid-19 di Provinsi NTB per 30 Mei 2021.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga hari ini, Minggu (30/5) masih terus bertambah. Sesuai data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi NTB menyebutkan adanya penambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

‘’Selain adanya penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19, hari ini juga terdapat sebanyak 23 pasien yang sembuh dari Covid-19,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi selaku Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi NTB.

Adapun penambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut didominasi dari Kota Mataram yakni sebanyak 9 orang, disusul Kabupaten Sumbawa sebanyak 5 orang, Kabupaten Lombok Timur 3 orang, dan masing-masing 1 orang dari Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Barat dan luar Provinsi NTB. Sedangkan untuk Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), hari ini tidak ada (nihil) penambahan positif Covid-19.

Sementara untuk 23 pasien yang sembuh dari Covid-19, lanjut Gita Ariadi, didominasi dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) yakni sebanyak 9 orang, disusul Kabupaten Sumbawa 7 orang, Kabupaten Dompu 4 orang, dan Kabupaten Lombok Timur 3 orang. ‘’Sedangkan untuk kabupaten/kota yang lain, tidak ada penambahan pasien sembuh,’’ ujarnya sembari mengatakan bahwa hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru di semua kabupaten/kota se-NTB.

Gita Ariadi menjelaskan, dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, dan 23 orang tambahan sembuh baru, serta tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Minggu (30/5) sebanyak 13.411 orang, dengan perincian 12.328 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 479 orang masih positif. Namun, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

‘’Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.082 orang dengan perincian 272 orang (1,4%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,1%) masih berstatus probable, 19.778 orang (98,5%) sudah discarded,’’ jelasnya.

Gita Ariadi mengungkapkan, jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 87.807 orang, terdiri dari 2.881 orang (3,3%) masih dalam karantina dan 84.926 orang (96,7%) selesai karantina. Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.339 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.084 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.255 orang (99,1%).

‘’Kita harapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi NTB,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia mengumumkan sebanyak 6.115 kasus baru Covid-19 pada Minggu (30/5), sehingga total menjadi 1.816.041. Pemerintah Indonesia juga melaporkan kasus meninggal bertambah 142 orang menjadi 50.404 orang. Sedangkan pasien Covid-19 kasus sembuh bertambah 4.024 menjadi 1.663.998 orang. Dengan tambahan data ini, kasus aktif kini bertambah menjadi 101.639 orang.

Pemerintah Indonesia mulai merasakan kenaikan kasus Covid-19 akibat meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang Idul Fitri pertengahan Mei lalu. Pemerintah Indonesia mencatat sebanyak 1,5 juta orang masih mudik Lebaran meski telah dilarang. Pemerintah Indonesia memprediksi puncak kenaikan kasus akan terjadi pada pertengahan Juni 2021 mendatang dengan lonjakan hingga 50 persen. Karena itu, Pemerintah Indonesia menyiapkan 7.615 tempat tidur di ruang perawatan intensif (ICU) dan 71.506 tempat tidur isolasi untuk menghadapi lonjakan kasus ini.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here