Ini Tips Agar Sebuah Organisasi Bisa Awet Ala Gubernur NTB

halal bihalal
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat menghadiri dan memberikan sambutan pada acara halal bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, Minggu (6/6).

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah memberikan tips sebuah organisasi agar bisa awet (berumur panjang). Tipsnya yakni; pertama, karakternya sensitif atau adaptif terhadap perubahan lingkungan. Dalam hidupnya tidak monoton. Tidak hanya menjadi kiyai, tuang guru, tapi ada yang menjadi politisi, tentara atau polisi, ASN, akademisi dan lain-lain. 

‘’Selalu mampu membaca tanda-tanda zaman, saya senang Nurul Hakim punya karakter ini,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat (Lobar), Minggu (6/6).

Kemudian tips kedua, memiliki personal identity atau ciri khas personal. Dari cara ceramah, membawa pengajian, ayat-ayat yang dibaca. Harus terus dipelihara. Yang ketiga lanjutnya, tidak mematikan ide-ide yang beda dengan mainstream. Jadi, tidak selamanya cara berpikir orang-orang dalam sebuah perkumpulan itu seragam. ‘’Kalau ada ide-ide yang berbeda sedikit, bisa jadi dapat memperpanjang organisasi, karena menghadirkan satu konstruktif, feedback bagi organisasi,’’ ujarnya.

Dan yang keempat, konservatif indictment, tidak boros menghabiskan uang. Organisasi yang tidak pandai memelihara uang, cepat megah dan majunya tapi cepat juga hilang. ‘’Jadi, kita perlu memiliki bendahara yang senang memelihara uangnya, jangan terlampau jor-joran,’’ ucapnya.

Di tengah krisis ini, kata Gubernur, orang menghitung usia hidup sebuah organisasi atau perkumpulan sampai usia 1,5 tahun saja. Bahkan dengan era digital, rata-rata usia perusahaan industri bertahan 2,5 tahun. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang, tingkat mortalitas manusia makin panjang. Jarang sekali yang meninggal di usia dini. ‘’TGH Muharar Mahfudz, sekarang umurnya 69 tahun, masih muda. Kalau kita bandingkan dengan Mahatir Muhammad misalnya, umur 94 tahun masih bisa jadi Perdana Menteri lagi,’’ ungkapnya sembari mengatakan, Provinsi NTB diberkati dengan banyaknya pondok pesantren (Ponpes) yang berumur panjang, sementara di belahan bumi yang lain, apalagi di tengah pandemi Covid-19, usia sebuah organisasi makin lama makin pendek.

Gubernur NTB Ajak Ponpes Melek Finansial

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB juga menyampaikan bahwa pihaknya akan meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengajarkan Ponpes memanfaatkan instrumen keuangan sehingga melek tentang ilmu keuangan. ‘’Karena pengamatan kami, banyak tuan guru, santri-santri hafal Al-Qur’an, hadist, melek ilmu agama tapi minim ilmu keuangan,’’ katanya.

Sejak masih di DPR RI, Gubernur telah meminta OJK untuk mengajak para tenaga pengajar di bidang agama atau Ponpes untuk melek finansial. Karena menurutnya, jangan sampai banyak hak umat Islam tidak dimanfaatkan secara optimal. Seperti wakaf dan bank wakaf. ‘’Ini yang harus kita pahami dan pelajari,’’ ucap Gubernur yang datang bersama isteri, Hj Niken Saptarini Widyati.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here