Program Zero Waste, Hadirkan Kreatifitas Masyarakat Mengelola Sampah

eziulang
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah (tengah) foto bersama usai menerima audiensi terkait sosialisasi 3 kelompok dan UMKM, platform eziulang, di Aula Pendopo Wagub NTB, pada Jum'at (2/7).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sejak program zero waste dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB beberapa waktu lalu, kini semakin bertambah dan bermunculan kreatifitas dan inovasi masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sampah.

Baik itu sampah organik maupun sampah non organik, sehingga hal ini dapat mengubah cara pandang masyarakat tentang sampah. ‘’Salah satunya adalah daur ulang sampah,’’ kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat menerima audiensi terkait sosialisasi 3 kelompok dan UMKM, platform eziulang, di Aula Pendopo Wagub NTB, pada Jum’at (2/7).

Mengolah dan mendaur ulang sampah ini, kata Wagub, merupakan salah satu konsen Pemrov NTB. Termasuk mengolah dan mendaur ulang sampah pampers, yang dibuat beranekaragam kreatifitas seperti pot dan tong sampah.

Selain itu, pengelolaan sampah organik menjadi maggot. Karena prosesnya memang mengolah sampah agar menghasilkan nilai ekonomis. ‘’Maggot ini kan dapat menjadi pakan ikan, burung dan ayam,’’ ujarnya.

Selain itu, konsep ‘’eziulang’’ yang memproduksi bahan cuci rumah tangga ini, bagus juga. Tapi harus diperhatikan juga kualitasnya. Penggunaan bahan baku yang tidak membahayakan manusia.

Dari paparan, komunitas dan UMKM ini, Wagub meminta Dinas LHK agar menularkan konsep dan pemanfaatan sampah ini kepada bank sampah dan masyarakat. ‘’Sehingga kita bisa mengelola sampah agar dapat memberikan berkah dan nilai ekonomis bagi masyarakat NTB,’’ ungkapnya.

Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Madani Mukarom menambahkan bahwa kelompok ataupun komunitas bermunculan memanfaatkan sampah. ‘’Ini kami dukung. Namun, ke depan persoalan sampah akan terus dipetakkan. Karena potensinya juga dapat mendukung industrialisasi persampahan,’’ kata Madani Mukarom bersama Kadis Perdagangan NTB.

Pemilik Eziulang, Wawan Setiawan mengaku UMKM-nya bergerak di produksi pencuci rumah tangga. Seperti sabun, sampo, deterjen, sabun pencuci piring dan lainnya. ‘’Sistemnya isi ulang, kami jual produknya nanti masyarakat bisa isi ulang,’’ katanya.

Wawan menjelaskan, dari segi kualitas sangat dikedepankan, sehingga apabila ada tawaran dari hotel atau restoran di NTB, produknya tersedia. ‘’Barang berkualitas, harga juga murah kok,’ ucapnya sembari menjelaskan, produk-produk ini sudah dijual juga di NTB Mall, melalui tahapan standar yang ditentukan.

Sedangkan Arifudin asal Narmada, binaan Lazdasi NTB mengatakan, konsennya mengatasi persoalan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Aridudin menyebutkan memiliki 8 orang anggota kelompok. ‘’Tugas kami mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah sampah dan dimanfaatkan untuk pakan maggot dan BSF,’’ katanya.

Seperti untuk pakan ayam, bebek dan ikan burung (Abib). Prodak yang dihasilkan dari sampah organik ini ada maggot hidup, kering, telor maggot, beby,  pupuk organik. Arifudin berharap Pemrov NTB ikut membina kelompoknya dan memikirkan pasar dari produk maggot.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here