Sektor Pariwisata NTB Kembali Terpuruk, Ternyata Ini Pemicunya

H Yusron Hadi
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H Yusron Hadi.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sektor pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terpuruk, mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat resmi diterapkan di Kota Mataram mulai Senin, 12 Juli 2021. Sehingga memicu sebagian besar aktivitas perekonomian masyarakat di daerah ini menjadi terganggu, terutama di sektor pariwisata. Karena aktivitas industri pariwisata di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi NTB menjadi lumpuh.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H Yusron Hadi mengaku masih terus mencari celah dan inovasi program, agar aktivitas pariwisata di Pulau Lombok dan Sumbawa kembali berdenyut. Diakui pula memang dengan PPKM Darurat yang diterapkan di Kota Mataram ini, tentunya kian membatasi pergerakan warga di lintas kabupaten/kota se-Pulau Lombok. Wisatawan lokal yang sebelumnya masih bisa berwisata, kini harus menahan diri untuk keluar rumah.

‘’Mau tidak mau atau suka tidak suka, semua pihak berkepentingan mencegah penyebaran Covid-19 di NTB. Kita hanya bisa berharap, semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan pariwisata kita kembali bangkit,’’ kata Yusron Hadi penuh harap.

Sedari awal, lanjut Yusron Hadi, sektor pariwisata memang paling terkena dampak pandemi Covid-19 ini. ‘’Kita hanya bersabar menghadapi situasi yang sangat tidak mudah ini untuk sementara waktu. Semua pihak berjibaku mencegah penyebaran virus mematikan ini. Masyarakat juga kami imbau untuk disiplin dan taat protokol kesehatan. Siap divaksin dan mendukung program Pemerintah Daerah menanggulangi meluasnya Covid-19 di daerah kita,’’ ujarnya.

Yusron Hadi menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak menutup pintu bagi wisatawan yang masih ingin ke Lombok maupun Sumbawa di tengah pandemi Covid-19. Namun, peraturan penanggulangan Covid-19 di daerah harus dihormati wisatawan. ‘’Mereka yang ingi ke NTB harus menunjukkan sertifikat vaksin dan test swab PCR. Pilihannya, masih bisa berwisata di kawasan-kawasan atau objek wisata zona hijau. Karena di objek-obyjk wisata zona hijau ini, masih aman dikunjungi wisatawan tapi harus tetap taat protokol kesehatan,’’ jelasnya.

Menurut Yusron, wisatawan, pengunjung maupun tamu yang datang melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), harus melakukan test swab PCR dan menunjukkan bukti vaksin. Sementara yang melalui jalur darat dan laut, cukup dengan menujukkan hasil rapid test antigen.

Sementara itu, mereka yang pulang melalui udara dengan tujuan Pulau Jawa, Bali dan 15 kota lain tempat diberlakukan PPKM Darurat, masih bisa memanfaatkan rapid test antigen gratis yang disediakan pemerintah.

Yusron Hadi juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. PPKM Darurat harus dipahami sebagai upaya pemerintah melindungi warganya dengan melakukan langkah-langkah preventif mencegah penularan Covid-19. ‘’Mari kita berdoa semoga PPKM Darurat ini segera berakhir dan sektor pariwisata kita segera bangkit dan pulih lagi dari keterpurukan ini,’’ ungkapnya.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *