Pemkab Lotim Umumkan PPKM dan Tak Larang Salat Idul Adha di Masjid

konferensi pers
DARI KIRI: Kadis Perhubungan Lotim, Purnama Hadi; Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio; Sekda Lotim, HM Juaini Taofik; Kabag Komunikasi Pimpinan dan Protokol Setdakab Lotim, Iswan Rahmadi.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mengumumkan penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Imbangan. Penetapan ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Lotim tentang PPKM Darurat Imbangan. ‘’SE berlaku sejak hari ini sampai tanggal 20 Juli 2021 mendatang,’’ kata Sekda Lotim, HM Juaini Taofik pada konferensi pers bersama Kapolres dan Kadis Perhubungan Lotim, pada Rabu (14/7).

Mengenai Lebaran Idul Adha, dalam Surat Edaran poin 7 menyebutkan, pelaksanaan kegiatan peribadatan, khususnya Salat Idul Adha dapat dilakukan pada tempat ibadah dan pelaksanaan qurban tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. ‘’Intinya pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha dibolehkan, dan dianjurkan di tempat terbuka dengan mematuhi protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Menurut Sekda, pemberlakuan ini guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) arena dari 10 kabupaten/kota di NTB, Lombok Timur masih zona kuning. ‘’Teorinya pencegahan tentu lebih baik dari pada mengobati,’’ ucapnya.

Selain itu, pemberlakuan PPKM Darurat Imbangan juga akan melakukan penyekatan di tiga titik yakni Posko Jenggik, Sukaraja, dan Pelabuhan Kayangan. Di tiga pintu masuk ini akan dilakukan screening dan mamastikan penerapan protokol kesehatan.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya) dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.(Kml)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here