Bertemu Guru Semasa SMA, Gubernur NTB Langsung Cium Tangan

Doktor Zul
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mencium tangan gurunya semasa SMA di sela-sela acara Muswil LDII NTB, di Hotel Jayakarta Lombok, Kamis (26/8/2021).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ada peristiwa mengharukan usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi NTB, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bertemu langsung dengan guru semasa SMA-nya, yang menjadi peserta pada pertemuan tersebut.

Sosok orang nomor satu di NTB ini di beberapa kali kegiatan yang dihadirinya, kerap kali selalu bertemu dengan guru maupun teman semasa sekolahnya. Akademisi sekaligus politisi ini paham betul bahwa pepatah, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Gubernur terlihat kaget ketika mendengar nama H Sugianto disebutkan oleh peserta Muswil. Pada sesi foto bersama dengan Ketua Umum LDII Pusat, KH Criswanto Santoso; Ketua DPW LDII NTB, Abdullah A Karim; dan pengurus serta peserta Muswil.

Saat melihat ke arah sosok yang disebutkan, Gubernur langsung mendatangi dan mendekati mantan gurunya di SMAN 1 Sumbawa. Suasana ruangan tampak begitu terharu dan peserta berdiri sambil memberi aploas.

Ketika Sang Gubernur menundukkan kepala dan mencium tangan H Sugianto. ‘’Bagaimana kabarnya Pak,’’ tanya alumni SMAN 1 Sumbawa Besar ini. Kemudian merangkul dan mengabadikan untuk foto bersama dengan guru mata pelajaran IPA ini.

Terlihat, pria Doktor Ekonomi Industri lulusan Department of Economics University of Strathclyde UK, tampak terharu dan gembira. ‘’Momentum silaturahmi dan pertemuan seperti ini semakin menguatkan kebersamaan kita sehingga tercipta kehangatan dan keharmonisan,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, di Hotel Jayakarta Lombok, Rabu (25/8/2021).

Sang guru, H Sugianto yang kebetulan menjadi peserta Muswil, mengaku baru bertemu lagi dengan Gubernur. Diceritakannya, Gubernur merupakan siswa alumni lulusan tahun 1989. ‘’Alhamdulillah dulu semasa SMA-nya, ia sosok anak yang cerdas dan takjim,’’ kata H Sugianto saat ditemui di sela-sela Muswil bersama Ketua Umum LDII Pusat, KH Criswanto Santoso.

Bahkan, sebelum maju menjadi kandidat Gubernur NTB tahun 2017 lalu, Doktor Zul sempat mengunjungi dan silaturahmi dengan guru-gurunya. ‘’Salah satunya saya. Doktor Zul meminta restu untuk maju pada Pilgub, saya sebagai guru dan orang tua tentu merestuinya,’’ ujar pria kelahiran Yogyakarta 71 tahun lalu ini, yang sejak tahun 1976 hingga pensiunnya mengajar di SMAN 1 Sumbawa.

Selain itu, menurut pria yang sudah menetap di Sumbawa ini, Gubernur NTB ini juga pria yang baik, sopan dan rendah hati. Tidak pernah melupakan orang tua dan ulama serta guru maupun sahabat-sahabatnya. ‘’Walaupun jarang ketemu, beliau sering berkomunikasi walaupun menanyakan kabar kepada kami,’’ ucapnya.

Selain mantan gurunya, sosok Doktor Zul juga dikatakan Ketua Umum LDII Pusat, KH Criswanto Santoso, merupakan sosok anak muda yang takzim. ‘’Beliau ini adik tingkat saya, saat kuliah di Inggris. Kalau saya alumni New Of Castel, ia di University of Manchester,’’ kata insinyur Teknik Perkapalan ini.

Usai ngobrol dan berbincang singkat dengan mantan gurunya, Gubernur pamitan dan mencium tangan gurunya untuk melanjutkan kegiatannya sebagai pimpinan daerah di Provinsi NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here