Wabup Lotim Kembali Evaluasi Program Berantas Rentenir

H Rumaksi Sj
Wabup Lotim, H Rumaksi Sj (kiri) saat memimpin langsung rapat evaluasi program ''Lotim Berkembang'', di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim, pada Senin (6/9/2021).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H Rumaksi Sj kembali mengevaluasi pelaksanaan program berantas rentenir melalui kredit tanpa bunga (Lotim Berkembang) di wilayah Kabupaten Lotim. Evaluasi berlangsung di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim, pada Senin (6/9/2021).

Wabup Lotim, H Rumaksi Sj memimpin langsung rapat evaluasi yang dihadiri Kepala OJK NTB, Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, BNI Cabang Pembantu Selong, Perwakilan BRI Cabang Selong, Jasindo dan sejumlah OPD terkait lingkup Pemkab Lotim.

Pada kesempatan tersebut, Wabup dengan tegas meminta komitmen BRI dan BNI sebagai dua bank penyalur untuk menuntaskan target realisasi program pada akhir tahun ini.

Orang nomor dua di Bumi Patuh Karya Lotim itu sempat mengkritisi BRI yang dinilai kurang mendukung karena rendahnya realisasi penyaluran dari pihak bank. Terbukti hingga September ini, realiasi penyaluran baru mencapai 2.975 peternak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.187 melalui BNI dan sisanya 788 melalui BRI.

Kondisi ini dinilai Wabup akibat ketidaksamaan pemahaman sehingga kesempatan evaluasi ini diharapkan dapat menyatukan kembali pemahaman tersebut guna tercapainya target realisasi lebih dari 5.000 peternak yang mendapat program ‘’Lotim Berkembang’’.

Selain perbedaan kinerja dua bank penyelenggara program, koordinasi juga disebut masih perlu ditingkatkan, utamanya untuk pendampingan dari OPD teknis yaitu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan).

Sementara itu, Kepala OJK NTB, Rico Rinaldy mendorong adanya pertukaran informasi dan saling mendukung antara dua bank penyalur untuk percepatan pencapaian target. Sebab, ia melihat ‘’Lotim Berkembang’’ merupakan program yang sangat baik. Bahkan ia berjanji merekomdasikan program ini menjadi generic model untuk dikembangkan secara nasional. Kegiatan evaluasi tersebut, menurut Rico, merupakan sarana menemukan solusi serta mengurangi risiko bagi semua pihak.

Pada penghujung rapat, BRI yang sebelumnya menyampaikan faktor penyebab rendahnya realisasi menyampaikan komitmen dapat melayani 1.200 peternak hingga akhir tahun ini. Sementara itu, BNI menyanggupi realisasi hingga 1.500 peternak. Pemkab Lotim berjanji akan terus menjalankan program ini secara konsisten di tahun-tahun mendatang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Kml)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here