Momentum HTN, Petani Berharap Kebutuhan Pupuk dan Obat-obatan Tak Dipersulit

Abdul Manaf.
Abdul Manaf.

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dalam memelihara dan merawat tanaman padi sehingga mendapatkan kualitas yang bagus, tentu menjadi dambaan semua petani pada saat musim panen tiba.

Namun dalam proses perawatannya juga dibutuhkan pupuk dan obat-obatan agar tanaman yang ditanaminya bisa tumbuh dengan baik. Sayangnya, pada saat musim padi tiba, justru para petani seringkali dihadapkan oleh sulit dan mahalnya harga pupuk dan obat-obatan lainnya.

Menyikapi persoalan tersebut, salah seorang petani asal Desa Tempos, Abdul Manaf mengatakan, melalui perayaan Hari Tani Nasional (HTN) yang dirayakan pada 24 September setiap tahunnya ini, diharapkan hasil panen petani bisa jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun semua itu akan terwujud, tentunya harus diberikan kemudahan dalam pemenuhan segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh para petani.

‘’Yang paling penting adalah segala bentuk persoalan yang berkaitan dengan sulitnya mendapatkan pupuk dan obat-obatan lainnya seperti yang terjadi kemarin bisa diatasi oleh pemerintah,’’ katanya.

Abdul Manaf mengakui, sudah bukan rahasia umum lagi pada saat musim padi, petani seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk dan obat-obatan untuk tanaman padinya. Dan hal itu merupakan salah satu yang menjadi persoalan. Bahkan ironisnya lagi, ketika pupuk subsidi ada, masyarakat harus membelinya dengan harga yang lumayan cukup tinggi.

‘’Bayangkan, harga pupuk per 100 kg itu bisa mencapai Rp500.000 per satu jenis pupuk,’’ kata Abdul Manaf saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), pada Jum’at (24/9/2021), yang bertepat dengan perayaan Hari Tani Nasional (HTN) 2021.

Bagaimana tidak, lanjut Abdul Manaf, kalau yang digunakan petani lebih dari 1, 2 atau 3 jenis pupuk, tentunya biaya yang dikeluarkannya juga cukup banyak. ‘’Belum dihitung obat-obatannya, seperti obat ulat, serangga dan lainnya. Itu kan tidak sedikit biayanya, bisa menghabiskan jutaan rupiah,’’ ujarnya.

Tapi sangat disayangkan ketika saat musim panen tiba, kenapa harga padi tidak dinaikkan. Sehingga para petani dapat memperoleh keuntungan melebihi dari biaya yang dikeluarkannya. ‘’Saya kira pokok persoalannya di situ,’’ ucapnya.

Kendati persoalanya demikian, namun Abdul Manaf mengajak kepada semua petani lainnya untuk tidak mudah patah semangat dan putus harapan. ‘’Agar kita tidak merasa berat hati dalam menjalani setiap aktivitas kita sebagai seorang petani, satu kuncinya yakni ikhlas!,’’ katanya.

Menurut pemantauan Abdul Manaf yang dilakukannya dari tahun ke tahun, bahwa harga pupuk semakin melonjak, sementara harga padi semakin menurun. ‘’Terkadang banyak orang yang menggadaikan sawahnya karena mahal dan sulitnya untuk mendapatkan pupuk itu sendiri,’’ ujarnya.

Untuk itu, Abdul Manaf berharap ke depan tidak lagi ada mendengar keluh kesah para petani, terutama masalah sulit dan mahalnya harga pupuk. ‘’Kami berharap kepada pemerintah ke depan agar diberikan kemudahan dan keringanan soal harga pupuk maupun obat-obatan tanaman yang dibutuhkan oleh kita sebagai petani,’’  harapnya.(Msn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here