Hj Husnanidiaty Nurdin: Perempuan Itu Pelaku Pembangunan di Segala Sektor

Hj Husnanidiaty Nurdin
Kepala DP3AP2KB NTB, Hj Husnanidiaty Nurdin.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan bahwa perempuan itu pelaku pembangunan di segala sector, mulai dari pertanian sampai industri.

Sehingga menurut Hj Eny, demikian Hj Husnanidiaty Nurdin biasa disapa, partisipasi perempuan dalam pembangunan itu sangat diharapkan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan menikmati hasil pembangunan itu. Oleh karena itu, agar bisa berpartisipasi, maka perempuan harus membekali diri dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

‘’Perempuan harus didukung oleh semua pihak, termasuk memberikan pemahaman tentang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK),’’ kata Kadis DP3AP2KB NTB, Hj Husnanidiaty Nurdin kepada Lomboktoday.co.id, melalui pesan via WhatsApp (WA), Jumat (8/10/2021).

Karena dengan perkembangan teknologi yang pesat di zaman digital saat ini, setidaknya dapat dimanfaatkan oleh kaum perempuan dalam mencari solusi dari berbagai persoalan yang dihadapinya, terutama dalam meningkatkan perekonomiannya. Apalagi, perempuan Indonesia memiliki potensi besar dalam membangun perekonomian negara.

Hj Eny menjelaskan, rendahnya keterwakilan perempuan secara kuantitatif dalam lembaga politik formal inilah yang kemudian mendorong dan melatarbelakangi lahirnya berbagai macam tuntutan agar perempuan lebih diberi ruang dalam berpartisipasi.

Sebab, menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukanlah berarti hanya sebagai suatu tindakan yang dipandang dari sisi humanisme belaka. Namun, peran yang dilakukan oleh perempuan dalam kesertaannya di bidang pembangunan merupakan tindakan dalam rangka mengangkat harkat serta kualitas dari perempuan itu sendiri.

Lebih-lebih keterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Karena Negara tidak mungkin sejahtera jika para perempuannya dibiarkan tertinggal, tersisihkan dan tertindas.

‘’Pembangunan yang utuh dan menyeluruh dari suatu negara menuntut peranan penuh dari kaum perempuan dalam segala bidang kehidupan. Bahwa perempuan baik sebagai warga negara maupun sebagai sumber insan pembangunan mempunyai hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria dalam segenap kegiatan pembangunan di segala bidang kehidupan,’’ ujarnya sembari mengatakan bahwa perempuan harus memberi warna tersendiri dalam pembangunan bangsa.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here