Bupati dan DPRD Lotim Sepakati Utang Rp200 M Fokus untuk Infrastruktur

Sukiman dan Murnan
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy (kiri) dan Ketua DPRD Lotim, Murnan (kanan).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Usai menghadiri Rapat Paripurna IV Masa Sidang I DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim), di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Lotim, Kamis (18/11/2021), Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy menegaskan, dalam dua tahun terakhir ini penanganan infrastruktur terkendala karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga anggaran yang ada terpotong oleh kebijakan pusat.

Kendati demikian, tegas Bupati Sukiman, tahun 2022 sesuai dengan nota kesepakatan antara Pemkab Lotim dan DPRD Lotim terhadap KUA-PPAS tahun anggaran 2022, penanganan infrastruktur akan menjadi prioritas yang selama 2 tahun terakhir terbengkalai. Ketiga infrastruktur yang menjadi prioritas itu di antaranya; jalan, jaringan irigasi dan penanganan air minum.

Untuk menanggulangi kekurangan anggaran penanganan infrastruktur lanjut Bupati Sukiman, Pemkab Lotim bersama DPRD sepakat berutang ke Bank NTB Syariah sebesar Rp200 miliar. Pinjaman ini, kata Bupati Sukiman, semata-mata untuk hajat hidup masyarakat Lotim. Skema pengembaliannya pun akan diangsur hingga masa akhir jabatannya tahun 2024 mendatang.

Ketua DPRD Kabupaten Lotim, Murnan memberikan pandangan terhadap rencana utang Rp200 miliar. Menurutnya, ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses peminjaman tersebut. Pertama, kemampuan daerah untuk membayar utang. Kedua, masalah waktu pengembalian dan ketiga, penggunaan pinjaman.

‘’Syarat ini penting seperti belanja ke mana saja dan diperuntukkan apa saja. Sebab, untuk peminjaman itu tidak semudah yang dibayangkan. Setelah disetujui dewan, harus  mendapatkan rekomendasi dari Pemprov NTB. Selanjutnya mendapat persetujuan dari Kemendagri,’’ kata Murnan.

Bagi Murnan, program yang tertuang dalam RPJMD Bupati dan Wakil Bupati Lotim disebut realistis apabila sudah sesuai dengan target-target pembangunan dalam APBD. ‘’Untuk peminjaman ini akan kita evaluasi kembali karena pinjaman ini masih bersifat gelondongan saja. Secara politis akan kami berikan sepanjang sesuai dengan target RPJMD,’’ ujar Murnan.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *