crossorigin="anonymous"> Gelar Vaksinasi Covid-19 se-Indonesia, Kapolri Minta Wilayah Berpacu Kejar Target 70 Persen

Gelar Vaksinasi Covid-19 se-Indonesia, Kapolri Minta Wilayah Berpacu Kejar Target 70 Persen

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memantau meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diadakan di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat.

JAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy; Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin; Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi; Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto; dan Kasum TNI, Letjen Eko Margiyono; memantau kegiatan akselerasi percepatan vaksinasi Covid-19 yang diadakan di seluruh provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, mereka meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diadakan di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin ditargetkan dalam kegiatan percepatan vaksinasi ini. ‘’Terima kasih karena hari ini rekan-rekan semua telah melaksanakan kegiatan vaksinasi serentak. Tadi dilaporkan kurang lebih 5 ribu titik dengan target minimal hari ini 1,2 juta. Apabila ada wilayah kemudian target bisa melebihi, saya berikan apresiasi. Saya akan ikuti sampai sore nanti,’’ kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menyapa secara virtual kegiatan vaksinasi se-Indonesia bersama dengan para menteri, pada Kamis (23/12/2021).

Dalam arahannya, mantan Kapolda Banten ini meminta kepada wilayah yang belum mencapai target vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen untuk berpacu dalam mengejar target tersebut dengan melakukan berbagai macam strategi percepatan. Di sisi lain, Kapolri mengapresiasi bahwa ada beberapa wilayah di Indonesia yang capaian vaksinasi pertamanya sudah mencapai angka 100 persen. Seperti, DKI Jakarta, Kepri, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur. ‘’Alhamdulillah, vaksin kedua kita rata-rata nasional sudah masuk diangka 40 persen. Walaupun ini bagian dari rata-rata beberapa wilayah yang tentunya masih juga ada yang kurang. Demikian harapan kita bagaimana kemudian wilayah yang masih di bawah 70 persen tolong betul-betul dipacu,’’ ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyadari, setiap wilayah memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda. Namun, kata Kapolri, hal itu bisa diantisipasi dengan modifikasi strategi yang disesuaikan dengan kewilayahan masing-masing. Menurutnya, akselerasi vaksinasi Covid-19 demi mewujudkan kekebalan komunal sebagaimana target Presiden Joko Widodo (Jokowi), sangat penting terkait pengendalian pandemi Covid-19. Hal itu juga sebagai upaya mengantisipasi adanya varian baru Covid-19 yakni Omicron.

‘’Jadi, tolong yang masih belum, rekan-rekan bisa menanyakan atau kemudian melakukan modifikasi terkait dengan strategi. Karena saya tahu, masing-masing wilayah memiliki kesulitan yang berbeda. Ini perlu dilakukan karena varian baru Omicron, Kepala BNPB sudah menyampaikan kalau sekarang sudah terdeteksi delapan,’’ ungkapnya.

Kapolri menekankan, akselerasi vaksinasi juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca-libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Karenanya, dalam periode Nataru, Kapolri menyampaikan, telah menggelar Operasi Lilin yang di dalamnya disiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan.

‘’Kita membuat pos pengamanan dan pos pelayanan untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mendukung strategi vaksinasi Covid-19. Kita siapkan gerai vaksin dan di Rest Area kita siapkan pos pengamanan. Pada saat aplikasi PeduliLindungi kemudian deteksi ada masyarakat belum vaksin atau baru vaksin sekali atau terkonfirmasi positif tentunya kita berikan langkah-langkah, yang belum vaksin kita vaksin. Kemudian yang terkonfirmasi kita tempatkan di isolasi sementara kemudian kita tindaklanjuti apakah kita bawa ke rumah sakit rujukan atau tempat isolasi yang dipersiapkan,’’ bebernya.

Dengan upaya itu, Kapolri berharap di periode Nataru, aktivitas masyarakat dapat berjalan sehingga meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Dan di sisi lain, penegakan protokol kesehatan (prokes) serta pengendalian Covid-19 dapat berjalan dengan baik.

‘’Kita tetap harus waspada dan menjaga agar laju Covid-19 bisa kita kendalikan dengan menegakan aturan prokes secara ketat, lalu kuat dalam akselerasi percepatan vaksinasi, dan memperkuat langkah-langkah 3M dan 3T. Sehingga, itu semua jadi satu bagian yang harus kita laksanakan di dalam operasi Nataru kali ini. Mohon doanya agar rangkaian ini berjalan lancar. Masyarakat bisa laksanakan aktivitas disatu sisi laju Covid-19. pertumbuhannya bisa kita kendalikan,’’ katanya.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published.