Sekda NTB Minta Semua Elemen Masyarakat Tahan Diri dan Jaga Kondusifitas Daerah

Sekda NTB Pimpin Rakor
Sekda NTB, HL Gita Ariadi saat memimpin Rakor Pembinaan dan Penanggulangan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang Berdampak Luas, Sistemik, Sensitif dan Strategis di Provinsi NTB, yang bertempat di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, pada Senin (3/1/2022).

Pasca Reaksi Atas Dugaan Ujaran Kebencian yang Viral di Medsos oleh Salah Seorang Ustadz di Lombok

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi meminta semua elemen masyarakat untuk bisa menahan diri dan menjaga kondusifitas daerah pasca reaksi atas dugaan ujaran kebencian yang viral di media sosial (medsos) oleh salah seorang ustadz di Lombok.

Sekda menegaskan seluruh proses hukum terkait ujaran kebencian yang disinyalir menghina makam para ulama di NTB, khususnya di Pulau Lombok, dipastikan akan dilaksanakan secara tegas dan adil sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

‘’Mari kita kembali kepada suasana hidup rukun damai. Awali tahun ini dengan segala optimisme agar kita bisa kembali melanjutkan momentum pembangunan yang sudah ada di depan mata kita,’’ kata Sekda NTB, HL Gita Ariadi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan dan Penanggulangan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang Berdampak Luas, Sistemik, Sensitif dan Strategis di Provinsi NTB, yang bertempat di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, pada Senin (3/1/2022).

Mencermati situasi dan kondisi (sikon) yang berkembang serta berdasarkan masukan dari seluruh pimpinan ormas (organisasi masyarakat) yang ada di Provinsi NTB, disepakati pula untuk sementara mengamankan dan memberikan perlindungan kepada Ustadz Mizan Qudsiyah, sambil menunggu perkembangan dari kasus ini.

‘’Pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan situasi menjernihkan situasi dan yang lain sebagainya. Dari hasil rapat, bagaimana akan dilakukan pengamanan dan perlindungan kepada Ustadz Mizan untuk sementara waktu. Karena dikhawatirkan gelombang masa akan lebih besar,’’ ujarnya.

Selain itu, Sekda juga mengajak kepada elit-elit masyarakat untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menyampaikan dakwah. ‘’Berdakwah itu ada waktu-waktu untuk keras tapi bukan kasar. Silakan berdakwah dengan cara-cara yang damai, halus dan tidak kasar,’’ ucapnya.

Hadir dalam rakor tersebut, Kabinda NTB, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Perwakilan Polda NTB, Danrem 162/WB, Ketua MUI NTB, Kepala Kemenag NTB, Pimpinan Ormas NU, Muhammadiyah, NW, NWDI, FKUB serta perwakilan Forkopimda.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *