Desakan Penutupan Wahabi di Lombok Timur Terus Bergulir

Massa Aksi
Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), H Rumaksi Sj (dua dari kiri); Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono (paling kanan) beserta sejumlah orator aksi.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sudah dua hari berturut-turut suasana Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diwarnai gelombang aksi massa yang mendesak Forkopimda Lombok Timur menutup aktivitas kelompok yang diduga aliran Wahabi/Shalafi/Assunnah di Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Gerakan ini sebagai respon masyarakat atas beredarnya potongan video ceramah dari salah seorang ustaz kelompok tersebut yang ditengarai mengandung konten ujaran kebencian dan penghinaan terhadap beberapa ulama’ Lombok yang sangat melukai bathin sebagian besar warga gumi Sasak.

Setelah aksi damai Rabu kemarin (5/1/2022) dari kelompok trah dan pecinta TGH Muh Ali Batu, hari ini Kamis (6/1/2022) giliran gabungan massa dari NU, MMI, KAHMI dan lain-lain menggelar aksi serupa di depan Kantor Bupati Lombok Timur.

Melalui orator aksi, massa menyampaikan tuntutan yang sama yakni mendesak Forkopimda Lombok Timur menutup kegiatan kelompok yang diduga beraliran Wahabi/Shalafi/Assunnah. Selain itu, massa juga mendesak APH (Aparat Penegak Hukum) untuk konsisten memproses secara hukum oknum Ustadz berinisial MQ.

Tak cukup hanya itu, ratusan massa aksi menyerukan agar aliran yang disinyalir bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah yang mayoritas diyakini muslim Sasak turun-temurun itu untuk taobat massal dan kembali ke jalan yang tidak bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Massa yang meminta bertemu langsung Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy hanya diterima oleh Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi Sj dan Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono. Sedangkan Bupati Sukiman sedang tidak berada di tempat. Dikabarkan, Rabu sore kemarin berangkat ke Jakarta usai menerima demo massa pecinta TGH Muh Ali Batu.

Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi Sj dalam pandangannya di depan massa aksi selain menyampaikan salam Bupati Sukiman, Wabup Rumaksi juga menyatakan sepakat dan siap untuk sama-sama mengawal proses hukum terhadap MQ. Wabup Rumaksi juga menyampaikan bahwa saudara MQ sudah ditahan oleh APH.

Sebagaimana yang disampaikan Rabu kemarin, Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono kembali memastikan bahwa proses hukum akan ditegakkan terhadap oknum ustadz yang diduga telah menebar ujaran kebencian itu. Karenanya, Kapolres berharap agar masyarakat mempercayakan pihak kepolisian menangani kasus ini dengan objektif.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *