JMSI Kaltim Komitmen Ciptakan Anggota Berkualitas

JMSI Kaltim
Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri saat menyerahkan rekomendasi hasil konvensi media siber disaksikan Ketua SMSI Kaltim, Rahman; Sekretaris AMSI Kaltim, Yani dan Anggota Dewan Pers, M Agung Dharmajaya, dalam acara Outlook Pers Kaltim, di Swiss-Belhotel Samarinda, Sabtu (8/1/2022).

SAMARINDA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk menciptakan anggota-anggota yang berkualitas, terlebih ketika organisasi perusahaan pers ini ditetapkan sebagai konstituen Dewan Pers beberapa waktu lalu.

‘’Alhamdulillah, apa yang kita lakukan di tengah pandemi Covid-19 ini tetap berjalan, kerja-kerja keras oleh teman-teman di daerah tercapai. Akhirnya, JMSI ditetapkan sebagai konstituen Dewan Pers,’’ kata Ketua JMSI Provinsi Kaltim, Mohammad Sukri.

Sesuai dengan komitmen Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Sentosa, kata pria berdarah Bugis ini, tujuan dibentuknya organisasi ini bukan hanya sekadar menjadi konstituen Dewan Pers, melainkan ikut membangun ekosistem pers nasional yang sehat dan professional.

‘’Anggota JMSI di Kaltim ada 13, saya tidak mencari kuantitas tapi kualitas. Itu prinsip kami, karena saya lihat kebanyakan perusahaan pers tidak ada persiapan, tidak memiliki kantor, tidak sesuai dengan pasal 3,’’ tegasnya dalam kegiatan konvensi media siber di Swiss-Belhotel Samarinda, pada Sabtu (8/1/2022).

Tidak adanya persiapan dari perusahaan pers ini dapat menimbulkan berbagai macam persoalan di kemudian hari dan itu harus dihindari. Sebab, seharusnya media siber itu memiliki kantor dan wartawan. Kalaupun kantor sewa atau kontrak, tapi jelas keberadaan dan domisilinya.

‘’Kita ini media siber, biar bagaimana pun suatu saat ada regulasi yang akan diberlakukan baik itu dari Dewan Pers atau pemerintah. Sehingga, kita harus menyiapkannya dari sekarang. Masa media tidak punya kantor dan wartawan, bagaimana mempertanggungjawabkannya,’’ ujar mantan wasit nasional PSSI itu.

Oleh sebab itu, anggota JMSI Kaltim diarahkan untuk benar-benar mengarah pada Perusahaan Pers yang professional. Itu artinya, sehat dan ada wartawannya, sehingga ke depan semua media anggota yang tergabung di JMSI bisa terverifikasi baik administrasi dan faktual oleh Dewan Pers.

‘’Jika ada media yang bergabung dengan JMSI tidak ada wartawannya, saya keluarkan. Mohon maaf karena kita keras, artinya itu sebagai syarat, masa media comot sana comot sini. Saya berharap, nantinya media yang mendapat kontrak dengan pemerintah itu sudah mengikuti peraturan perusahaan pers,’’ ungkapnya.(Sid/jmsi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *