Ternyata, Ini Penyebab Minyak Goreng Langka di Tanah Air

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bersama gubernur lainnya saat pertemuan dengan Presiden Jokowi, di Ibukota Negara (IKN) Nusantara, di Kabupaten Penajam Paser Utara, tadi malam (Minggu malam, 13/3/2022),

KALIMANTAN TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Salah satu topik yang disampaikan oleh para Gubernur ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pertemuan di Ibukota Negara (IKN) Nusantara, di Kabupaten Penajam Paser Utara, tadi malam (Minggu malam, 13/3/2022), adalah persoalan minyak goreng yang langka. Kelangkaan minyak goreng tersebut diakui merata terjadi di seluruh daerah di Tanah Air.

Penyebabnya sederhana. Karena para produsen minyak goreng di Indonesia lebih memilih untuk menjual minyak goreng ke luar negeri ketimbang menjualnya ke dalam negeri. Alasannya, harga di luar negeri jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga menjualnya di dalam negeri.

Dengan menjualnya ke luar negeri dengan harga lebih tinggi, tentu keuntungannya menjadi lebih besar dibandingkan menjualnya di dalam negeri. ‘’Pemerintah saat ini sedang menata kembali tata niaga minyak goreng ini, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan kembali seperti biasa. Karena adanya perang Rusia dll, gejolak harga di pasar Internasional jadi sulit untuk diprediksi,’’ tulis Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, di laman Faceboknya, Senin pagi (14/3/2022).

Jadi, untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri, lanjut Gubernur, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah melakukan intervensi dengan operasi pasar (OP), sehingga gejolak harga dan kelangkaan minyak goreng bisa sedikit teratasi.

Selain itu, mulai sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan minyak goreng ini. Di samping karena persoalan kesehatan, juga karena persoalan harga yang masih susah dikendalikan. Bahkan, mulai beralih ke minyak goreng atau minyak kelapa lokal.

‘’Mungkin harganya relatif mahal, tapi lebih sehat dan menghidupkan UKM-UKM lokal kita. Daerah kita bisa memproduksi minyak kelapa ini. Harga lebih mahal, jadi hanya untuk hal-hal penting saja,’’ ujarnya.

Gubernur mengungkapkan, bahwa Pemerintah Pusat segera akan memanggil produsen-produsen besar minyak goreng untuk kembali memprioritaskan pasar domestik dan pasar lokal. ‘’Mudah-mudahan segera teratasi masalahnya. Amiiin,’’ ungkapnya.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *