KAPAL Perempuan Lotim Sebut Risiko KDRT Kian Meningkat di Masa Pandemi

Webinar
Suasana webinar.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Situasi pandemi Covid-19 ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan dan perekonomian, namun juga ada dampak besar yang kini ditengarai semakin menunjukkan grafik peningkatan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hal itu diungkap salah seorang aktivis perempuan dari Institute KAPAL Perempuan Lombok Timur, Elly Setiani melalui rilis yang disampaikan kepada Redaksi Lomboktoday.co.id, pada Rabu (30/3/2022).

Menurut Elly, saat ini banyak perempuan mengalami beban domestik yang berat ditambah dengan risiko mengalami kekerasan. Dia mengulas temuan berbagai lembaga, seperti LBH APIK mencatat 110 KDRT dalam rentan 3 bulan di tahun 2020. Komnas Perempuan mengkonfirmasi beratnya beban dan risiko yang dihadapi perempuan dikala pandemi Covid-19. Setidaknya 75% kasus di masa pandemi Covid-19 seperti dikutip dari Kompas.

Ditambahkan, meningkatnya kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi, berhadapan dengan sejumlah masalah terkait infrastruktur dan keterbatasan sumber daya lembaga layanan. Kondisi itu diperparah dengan minimnya kepekaan Satgas Covid-19 atas masalah-masalah yang muncul berkaitan dengan peningkatan kekerasan terhadap perempuan.

Pegiat perempuan itu menuding, kepekaan untuk Mainstreaming Gender (Pengarusutamaan Gender) dalam Tata Kelola Satuan Tugas Covid-19 belum terjadi. Padahal katanya, pemerintah sendiri telah mengeluarkan kebijakan untuk mainstreaming gender dalam penanganan bencana termasuk bencana non alam. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan nomor B-31/MPP-PA/PA.01.02/03/2020 telah melayangkan kepada Kepala BNPB Nasional.

Pihak Institute KAPAL Perempuan tak hanya berimaginasi dalam menyikapi fenomena ini, namun berbagai terobosan telah banyak dilakukan. Salah satunya kata Elly Setiani, pada akhir 2021 lalu, telah melaksanakan Pelatihan Penguatan Kesadaran Meningkatnya Risiko KDRT di Masa Pandemi Covid-19 untuk Satuan Tugas Covid-19, Penegak Hukum Pemerintah Daerah dan Pemimpin Komunitas Seri 1.

Penyelenggaraan pelatihan ini melalui program ACTION (Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to Covid-19) dengan dukungan dana Uni Eropa. Pelatihan bertajuk ‘’Penguatan Kesadaran Meningkatnya Risiko KDRT di Masa Pandemi Covid-19’’ bagi Satuan Tugas Covid-19, Pemerintah Daerah, Penegak Hukum dan Pemimpin Komunitas. Giat pelatihan diselenggarakan secara serial, pada tanggal 29 September 2021, 21 Oktober 2021 dan 23 November 2021.

Jumlah peserta 61 orang berasal dari unsur Staf Khusus Bupati Bidang Kesehatan, Pemerintah Desa/kelurahan, Dinas Sosial, Kepala UPTD PPA, Satgas Covid-19 tingkat Desa/Kelurahan, Kader Posyandu, Kepala Unit PPA Polres dan unsur lainnya.

Pelatihan ini menjadi media berbagi cerita dan penguatan kapasitas peserta dalam mengintegrasikan perspektif gender dalam penanganan dampak Covid-19 di komunitas, desa/kelurahan maupun kelembagaan pemerintah di tingkat kabupaten.

Salah satu issu yang paling mengemuka pada saat pelatihan tutur Elly Setiani, disampaikan oleh peserta dari unsur Pemerintah Daerah. Peserta menyebut kekerasan terhadap perempuan telah menjamur, jika tidak bisa bersama memperhatikan maka tidak akan terekspose, termasuk pemerintah desa juga perlu memperhatikan ini.

Contoh kasus, perkosaan pada anak disabilitas yang terjadi di sini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kasus seperti ini tidak lagi terjadi. Kasus ini baru bisa tertangani setelah ada KAPAL Perempuan dan UPTD PPA. Pemerintah Desa harus melakukan tindakan preventif untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Karenanya, Institute KAPAL Perempuan berkesimpulan, aturan penanganan Covid-19 dan implementasinya harus terintegrasi dengan perspektif keadilan gender. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 dan semua pihak yang menjadi garda depan dalam penanganan pandemi Covid-19 harus lebih peka dan respon cepat. Itu semua demi terwujudnya penanganan dampak Covid-19 yang responsif gender, sehingga tak ada satupun kelompok yang ditinggalkan.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.