Bupati Lombok Timur Mengaku Ikut Sedih Atas Kekurangan Jatah Kuota CPNS

Penyerahan SK
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat menyerahkan SK kepada CPNS dan PPPK.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Di hadapan ratusan CPNS dan P3K formasi tahun 2021, Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy mengaku bukan hanya masyarakat atau calon pelamar saja yang kecewa dan sedih ketika quota pengadaan ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Daerah (Pemda).

Kepada 509 orang CPNS dan PPPK formasi tahun 2021 yang menerima SK pada Mei ini, Bupati Sukiman berharap tahun 2022 dan 2023 mendatang kebutuhan ASN yang diajukan Pemda sebanyak 6.000 formasi dapat disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

ASN penerima SK yang hadir di Ballroom Kantor Bupati, pada Kamis (12/5/2022) itu, Bupati Sukiman menyampaikan terima kasihnya, terutama kepada PPPK yang telah menunjukkan kinerjanya dan dapat terakomodasi tahun ini, demikian pula kepada yang belum dapat diakomodasi.

Sementara kepada suluruh ASN, Bupati Sukiman meminta untuk dapat membantu peningkatan IPM Lombok Timur dengan menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB) serta angka drop out (DO) untuk memperpanjang masa lama sekolah. ”Tekan angka DO sampai nol di sekolah tempat tugas masing-masing,” katanya.

Terkait memperpanjang lama sekolah pula, Bupati Sukiman meminta kepada ASN tenaga guru dapat membantu mendata warga putus sekolah agar dapat mengikuti belajar paket A, B, maupun C.

Selain menyampaikan harapan, Bupati Sukiman juga memberikan wejangan. Bupati Sukiman meminta agar 402 orang tenaga PPPK dan 107 orang CPNS Formasi Tahun 2021 ini dapat meluruskan niat, tetap konsisten melaksanakan tugas, juga menjaga agar sikap dan prilaku tidak berubah kendati penghasilan meningkat nantinya, serta menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan. Yang terpenting, pesan Bupati Sukiman adalah tidak meninggalkan Allah SWT.

Tahun 2021 lalu, dari usulan sebanyak 817 formasi, hanya 509 formasi yang disetujui KemenPAN-RB. Jumlah tersebut didominasi tenaga kesehatan dan guru dengan 24 tenaga teknis.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.