Kandang Ayam Milik Oknum Anggota Koramil Keruak Jadi Polemik Warga

Kades Mt Belai
Kades Montong Belai, Lalu Murdi (masker putih) saat mendampingi tim Dinas LHK Lotim meninjau kandang ayam milik Mawardi.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sebuah kandang ayam potong milik Lalu Mawardi, salah seorang anggota TNI AD di kesatuan Koramil Keruak, kembali menjadi keluhan warga kampung Batungapah, Dusun Montong Belai Timur, Desa Montong Belai, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Menurut keterangan Kepala Desa Montong Belai, Lalu Murdi, pada Rabu (11/5/2022), kandang yang sudah ada sejak setahun lalu itu menjadi keluhan warga kampung Batungapah sejak pertama kali beroperasi. Sebab, dengan keberadaan kandang ayam tersebut menimbulkan bau busuk. Dan pada musim hujan menyebar lalat yang diduga dari kandang ayam milik oknum anggota TNI berpangkat Serka yang kini memasuki masa MPP itu.

Kades melanjutkan, atas pengaduan warga terhadap keberadaan kandang ayam itu sekitar 10 bulan lalu ditutup oleh Pemkab Lombok Timur melalui Dinas LHK, Perizinan dan Satpol PP. Selain menimbulkan pencemaran, keberadaan kandang tersebut diketahui tidak mengantongi izin.

Sekitar sebulan terakhir kandang ayam yang disebut hanya berjarak kurang dari 100 meter selatan kampung Batungapah itu kembali melakukan aktivitas pelihara ayam potong. Wargapun kembali mendatangi Kepala Desa setempat untuk meminta Pemdes Mt Belai menutup keberadaan kandang yang konon belakangan diketahui mengantongi izin dari Pemerintah Pusat yang didapat secara online.

Atas komplin warga, Kades melaporkan ke OPD terkait di Kabupaten. Pada Rabu (11/5/2022), tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lombok Timur turun langsung ke lokasi. Di hadapan tim dari kabupaten, warga meminta agar Pemkab Lotim kembali menutup aktivitas kandang milik dua orang warga Desa Selebung tersebut.

Rombongan dari Dinas LHK menyatakan tidak serta merta bisa mengambil keputusan melainkan harus keputusan bersama antara Dinas LHK, Perizinan dan Satpol PP. ”Kami harus sampaikan ke pimpinan terlebih dahulu dan harus berkoordinasi dengan Dinas Perizinan serta Satpol PP,” kata salah seorang dari tim Dinas LHK.

Secara terpisah, pemilik kandang yang ditemui Lomboktoday.co.id saat sedang bersih-bersih di kandangnya membantah semua apa yang dikeluhkan warga itu. Menurut Mawardi, motif komplain warga itu atas hasutan oknum yang sentimen terhadap dirinya. Soal bau tidak sedap tersebut, tidak sampai ke permukiman warga karena jaraknya ratusan meter.

”Betul ada bau tidak sedap di kandang kami, tapi radiusnya tidak sampai ke permukiman warga, hanya sekitar kandang saja. Soal lalat itu hanya berkuser di sekitar kandang juga,” terang Mawardi.

Namun demikian, Mawardi berjanji siap memasang alat peredam bau dengan sistem blower di kandangnya untuk meminimalisir penyebaran bau. ”Saya siap menjawab keluhan warga dengan memasang peredam bau,” ucap Mawardi.

Terkait izin, Mawardi langsung menunjukkan dua lembar kertas bertuliskan ”Perizinan Berusaha Berbasis Risiko”. Dan tertulis pula alamat usaha di Desa Montong Belai. Hanya pimilik yang beralamat di Desa Selebung. Surat tersebut diklaimnya sebagai izin dari Pemerintah Pusat yang dia urus melalui sistem online.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.