Desa Seriwe Akan Jadi Pusat Budidaya Rumput Laut Nasional Pola Ekosistem

Workshop
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy (tengah), Staf Dirjen Kementerian KKP RI, Iman Indrawarman (kiri), Kadis KKP Kabupaten Lotim, M Zainuddin (kanan).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy menyambut baik kawasan Teluk Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sebagai percontohan pengelolaan kawasan akuakultur dengan pendekatan ekosistem (ADPE) kawasan budidaya rumput laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan NGO Internasional WWF dan FAO.

Pada workshop penyusunan rencana implementasi percontohan budidaya rumput laut yang berlangsung Selasa (14/6) di Rupatama 1 Kantor Bupati Lotim itu, Bupati Sukiman berharap adanya peningkatan perekonomian masyarakat Serewe dan sekitarnya secara khusus, dan masyarakat Lombok Timur secara umum. Terlebih ADPE menjadi salah satu opsi pengelolaan kawasan budidaya perikanan yang mengedepankan sektor sosial, ekonomi dan lingkungan.

Menurut Bupati Sukiman, rumput laut menjadi salah satu komoditas yang telah dikembangkan di Lombok Timur sejak 1987, khususnya di Teluk Seriwe. Komoditas ini bahkan pada tahun 2018 lalu mendominasi hingga 50% produksi perikanan Lombok Timur. Seiring berkembangnya budidaya rumput laut, dibutuhkan pengelolaan yang tepat demi terwujudnya kawasan budidaya berkelanjutan. Karena itu

Pada workshop yang dibuka langsung oleh Bupati, dihadiri pula oleh pejabat Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI Iman Indrawarman. Penyusunan dokumen rencana implementasi ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku budidaya rumput laut di Kawasan Teluk Serewe.

Sebagai percontohan, nantinya diharapkan adanya perbaikan pengelolaan kawasan budidaya rumput laut di kasawan Teluk Seriwe yang akan mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan. Berdasarkan pre-assessment tim kementrian, 65 % kawasan budidaya rumput di lokasi tersebut telah dikelola dengan baik.

Selain pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dinas Kalautan dan Perikanan Lombok Timur, FAO, serta WWF Indonesia, rapat ini juga menghadirkan pembudidaya rumput laut Teluk Serewe, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Koperasi dan UKM dan OPD terkait lainnya.

Sementara itu, di akhir workshop yang berlangsung sehari itu, pada penutupannya Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, M Zainuddin menyampaikan clossing statement.

Atas nama Pemkab Lombok Timur, Zainuddin berharap seluruh masyarakat Indonesia akan tertuju kepada Desa Seriwe terkait pengembangan rumput laut. Sebagaimana mata dunia yang kini tertuju ke Lombok Timur sebagai pusat budidaya Lobster.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *